TETAP DALAM KEMURAHANNYA, KEMURAHANNYA ATAS KAMU

10 Agustus 2017 oleh GI. Yerti Sariana

church event


Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasanNya, yaitu kekerasan atas orang - orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahanNya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahanNya; jika tidak, kamu akan dipotong juga - Roma 11: 22

Apa iman itu? Yang jelas, iman bukanlah hanya sekadar iya, saya mengaku percaya. Tetapi lebih dari itu. Iman pertama - tama menyangkut hati. Stanley Jones menyebutnya sebagai adventure of the spirit. Suatu petualangan roh. Iman adalah respon yang berasal dari relung hati kita yang terdalam lewat kasih karunia atau kemurahan Tuhan yang telah kita alami secara pribadi terlebih dahulu. Yang pada akhirnya, membawa kita pada satu keyakinan bahwa, apa yang kita yakini adalah sebagai hal yang paling berharga dan paling menentukan dalam hidup kita. Kisah Para Rasul 14 : 22 mencatat, bagaimana Rasul Paulus bersama dengan Barnabas mengingatkan kepada para murid Kritus yang di Listra, Ikonium dan Antiokhia. Supaya mereka tetap bertekun dan berjuang di dalam iman mereka yang adalah kasih karunia atau kemurahan Tuhan di dalam Kristus. Rasul Paulus kepada jemaat Tuhan yang di Korintus (2 Korintus 13 : 5), menasehati agar mereka terus tetap tegak di dalam iman mereka. Terus tetap tinggal di dalam kasih karunia atau kemurahan Tuhan. Agar supaya mereka selalu belajar untuk menyelidiki hidup dan diri mereka apakah mereka tetap tinggal didalam iman didalam kasih karunia atau kemurahan Tuhan.

Renungkan : Melalui Roma 11 : 12, Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa seorang yang percayapun ada kemungkinan untuk tidak lagi bertekun dalam iman dalam kemurahan Allah. Roma 12 : 22 dengan jelas menyatakan bahwa seorang percaya yang tidak lagi bertekun dalam iman. Tidak bertekun lagi dalam kemurahan Tuhan maka mereka akan di potong. “Dipotong” atau “dibuang” seperti ranting - ranting anggur yang kering, tidak berguna lagi kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar (Yohanes 15 : 6)


Kiranya, kami selalu tetap dalam kemurahan Tuhan, maka kemurahan Tuhan akan selalu atas kami! Amin