MENGGUNAKAN DIRI SEPENUHNYA BAGI ALLAH

12 Agustus 2017 oleh GI. Yerti Sariana

church event


Karena itu, saudara - saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kapada Allah : itu adalah ibadahmu yang sejati - Roma 12: 1

Bagaimana Anda menggunakan masa hidup Anda? Kalimat atau hal inilah yang menjadi pergumulan Rasul Paulus ketika ia menulis surat kepada jemaat di Roma mengenai menjadi “persembahan yang hidup” (Roma. 12 : 1 - 8). Pada beberapa pasal yang terakhir dari surat ini. Rasul Paulus mendorong orang - orang Kristen supaya kepercayaan mereka memengaruhi semua yang mereka lakukan. Kehidupan mereka sehari - hari harus mencerminkan kasih mereka kepada Allah. Jelas bahwa yang Allah kehendaki bagi hidup kita orang percaya adalah : Diri kitalah..... hidup kitalah yang menjadi persembahan yang sesungguhnya. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini”, ujar Paulus menjelaskan (Roma. 12 : 2). Pekerjaan Allah jauh lebih penting. Menjadi serupa dengan Allah mendatangkan sukacita Allah dan pada gilirannya mendatangkan sukacita yang lebih dalam kepada kita. Lebih lagi dengan sangat jelas Rasul Paulus menyatakan kepada kita, ketika kita mempersembahkan diri atau hidup kita sebagai persembahan yang sesungguhnya bagi Tuhan. Kita akan menjadi tampak orang yang berbeda. Secara bersama - sama, kita membentuk kehidupan kita menjadi kehidupan yang dikendaki Tuhan untuk kemuliaan Tuhan.

Baik Paulus maupun Allah tidak menuntut kita harus memberi kepada orang lain setiap saat. Secara keseluruhan, yang dimaksudkan adalah bahwa dalam kehidupan kita sehari - hari, saat demi saat, kasih kita kepada Allah harus memengaruhi semua yang kita lakukan. Tokoh bisnis dan penulis populer, Stephen Covey, menulis mengenai bagaimana mengelola waktu dan kehidupan pribadi seseorang. “Cara Anda menggunakan waktu berasal dari cara Anda memandang waktu Anda dan cara Anda memandang prioritas dengan sungguh - sungguh”. Meskipun Stephen Covey tidak berbicara dari sudut pandang kerohanian sepenuhnya, tetapi pada dasarnya Covey sebenarnya sedang menggemakan kembali pengajaran Firman Tuhan. Hal yang kita anggap paling penting akan memengaruhi pilihan yang kita buat dalam menggunakan waktu, uang, dan diri kita sendiri. Jika Allah merupakan hal yang paling penting, kita akan mempersembahkan diri kita sepenuhnya hanya kepadaNya.


Kiranya, kami selalu dapat memberikan hidup kami sebagai persembahan yang sesungguhnya hanya bagi Tuhan! Amin