ORANG YANG LEMAH DAN ORANG YANG KUAT

14 Agustus 2017 oleh GI. Yerti Sariana

church event


Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya. Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah - Roma 14: 1 & 12

Rasul Paulus. Khususnya di dalam Surat Roma 14 : 1- 12 ini, mengajarkan melalui kebenaran Firman Tuhan bahwa saling menerima satu sama lain dan bersedia hidup secara berbeda merupakan bagian dari mengasihi sesama. Ada beberapa orang yang lebih lemah atau kurang dewasa dalam iman mereka, dan ada juga beberapa orang yang imannya lebih kuat. Dapat saja Allah menuntut beberapa orang untuk hidup dengan satu cara tertentu, di dalam lingkup pedoman-Nya secara keseluruhan, dan mengizinkan beberapa orang dengan cara lain. Selama kita hidup dalam lingkup perintah dasar yang ada dalam Alkitab, kita tidak boleh menuntut agar satu cara tertentu cocok bagi semua orang. Kasih meminta kita membiarkan Allah meuntun hidup kita setiap orang percaya, dan menjaganya supaya kita tetap berfokus pada hubungan kita sendiri dengan Tuhan dan bagaimana Dia memanggil kita untuk hidup sebagai seorang pribadi. Bukan malah menjadi orang yang terus - menerus mengahakimi orang lain. Menganggap diri sudah jauh lebih baik dari orang lain.

Setiap orang percaya memiliki kebebasan satu sama lain dalam mendengarkan suara Allah dan mengikuti-Nya. Biarkan Allah yang mengoreksi hidup kita dan sesama kita. Bagian kita adalah saling menasehati dan mengingatkan yang didasarkan pada sikap saling mengasihi dengan dasar ketulusan.


Kiranya, kami terus menjadi orang percaya yang sungguh memiliki kasih kepada sesama kami. Bukan hanya menjadi orang yang hanya pandai menghakimi orang lain! Amin