KASIH ITU HARUS NYATA

16 Agustus 2017 oleh GI. Yerti Sariana

church event


Tetapi sekarang, karena aku tidak lagi mempunyai tempat kerja di daerah ini dan aku telah beberapa tahun lamanya ingin mengunjungi kamu - Roma 15: 23

Roma 15 : 22 - 32, bersama kita melihat bagaimana kerinduan yang sungguh Rasul Paulus untuk mengunjungi secara khusus kota Roma. Di ayat 24, Paulus mengutarakan maksudnya agar jemaat Roma dapat mengantarkannya. Bukan hanya mengantar atau menunjukkan jalan saja tetapi Paulus berharap agar Jemaat Roma mau menjadi jemaat pengutus untuk pemberitaan injil. Dengan menjadi jemaat pengutus, maka jemaat Roma pun menjadi bagian dari pemberitaan injil seperti perintah Tuhan untuk menyebarkan injil sampai ke ujung dunia. Ada dua hal penting yang menjadi tujuan dituliskannya surat ini. Pertama: Karena jemaat Roma rupanya mendengar kabar angin yang diputarbalikkan mengenai berita dan ajaran Paulus (mis. Rm.3:8); Rm.6:1-2, 15), Paulus merasa perlu untuk menulis Injil yang telah diberitakannya selama dua puluh lima tahun. Kedua: Paulus memotivasi jemaat Roma untuk turut serta meringankan kesulitan saudara-saudara seiman mereka di Yerusalem. Kata "bantuan" yang digunakan Paulus dalam suratnya ini menginformasikan bahwa persembahan yang dia antar mempunyai nilai yang cukup besar. Orang-orang percaya nonYahudi diingatkan bahwa keselamatan yang mereka miliki datangnya dari bangsa Israel. Itu sebabnya mereka memiliki kewajiban moral untuk membantu orang-orang percaya Yahudi yang mengalami penganiayaan karena iman mereka di dalam Kristus. Orang yang kaya didorong untuk membantu orang yang berkekurangan, orang yang kuat haruslah membantu orang yang lemah. Yang menarik di sini, meskipun mereka berbeda bangsa, orang-orang nonYahudi itu mau menyatakan kasihnya kepada saudara-saudara mereka yang Yahudi. Sebagai saudara seiman, mereka memiliki kerinduan untuk bersama-sama menanggung beban yang saat itu diderita saudara seiman mereka yang berbangsa Yahudi.

Untuk di renungkan : Melalui bagian ini, kita diingatkan hal yang sangat mendasar sekali bahwa di antara saudara seiman memang harus terdapat kasih. Namun, kasih itu jangan hanya di bibir saja melainkan harus juga dinyatakan melalui tindakan praktis dan nyata. Misalnya dengan menyatakan keprihatinan, mendampingi, menolong, atau memberikan dukungan. Dukungan sekecil apa pun mempunyai nilai yang besar bagi mereka yang dibantu. Kepedulian kita setidaknya menunjukkan bahwa kasih di antara saudara-saudara seiman ada dan sungguh nyata.


Kiranya, kami terus menjadi jemaat Tuhan yang hidup dalam kasih! Amin