HIDUP BERGAUL DENGAN ORANG YANG BENAR

23 Agustus 2017 oleh GI. Yerti Sariana

church event


Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! - 1 Korintus 6 : 20

Hidup kudus adalah tuntunan Allah. “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus” (1 Petrus 1 : 6). Singkat. Padat. Jelas. Apa yang Allah katakan tentang seksualitas? Dengan jelas Allah menyatakan bahwa tubuh kita adalah milik-Nya. 1 Korintus 6 : 12 - 20 menjelaskan prespektif Allah tentang seksualitas seseorang : Hubungan seks diciptakan untuk pernikahan saja. Karena Allah ingin kita memelihara diri kita untuk pernikahan, maka kita tidak boleh melakukannya jika kit belum menikah. Untuk mempertahankan hidup kudus, pertama -pertama kita harus menyadari (dan menerima) bahwa kita mempunyai kenginan - keinganan daging”. Atau yang disebut “hawa nafsu” Nafsu makan. Nafsu seks. Nafsu bernikmat -nikmat. Nafsu Uang. Dan lain – lain. Keinginan - keinginan ini wajar. Karena (sebagian) manusia adalah daging. Namun demikian, jelas kata Alkitab, ia toh harus dikendalikan. Persoalan kita bukanlah apakah kita memiliki nafsu kedagingan. Persoalan kita adalah: apakah nafsu kedagingan itu memiliki (menguasai) kita.

Banyak orang setelah mengalami kegagalan di dalam hal ini, seringkali berdalih “Saya tahu saya tidak boleh melakukan hal itu. Tetapi saya ‘kan cuma manusia biasa!” O, benar sekali! Kita memang manusia biasa! Tetapi jangan katakan cuma! Setiap manusia biasa selalu lebih daripada makhluk biasa. Manusia lebih dari hewan. Manusia lebih dari tanaman. Manusia diberi “kemampuan lebih” oleh Tuhan : ia mampu mengendalikan desakan - desakan naluriahnya. Menginginkan yang benar. Bukan membenarkan apa saja yang ia inginkan. Hidup mematuhi standar Allah dalam hal ini adalah selalu yang terbaik.


Tuhan, berikanlah kami kuasa-Mu senantiasa untuk memelihara hidup yang kudus. Kami sangat membutuhkan kuasaMu untuk mempertahankannya setiap hari. Karena tubuh kami adalah milikMu! Amin