KEPUTUSAN BESAR

24 Agustus 2017 oleh GI. Yerti Sariana

church event


Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu - 1 Korintus 7 : 9

Lajang. Pacaran. Menikah. Setiap orang memikirkan tentang hubungan. Kebanyakan orang menginginkan hubungan dengan seseorang. Beberapa hanya ingin berpacaran. Yang lain menginginkan lari dengan kekasih pilihannya. Beberapa menginginkan pernikahan yang secepat mungkin. Beberapa memiliki rencana jangka panjang untuk suatu pernikahan yang besar dan mewah. Yang lain berkecil hati dan beralih pada iklan pribadi atau hubungan melalui komputer (dunia maya/media sosial).

Pertanyaannya ialah : Apakah Anda harus tetap lajang atau menikah? Ini merupakan salah satu keputusan terbesar bagi seseorang. Pernikahan adalah bagi orang yang siap untuk memikirkan atau mempedulikan orang lain tanpa keserakahan. Firman Allah mengatakan bahwa pernikahan adalah mengasihi dan melayani orang lain tanpa syarat. 1 Korintus 7 : 7 - 9, dengan jelas mengajarkan bahwa hidup tidak menikah adalah karunia/panggilan-itu bukanlah suatu penalti. Mark usia 17 tahun, mengatakan bahwa ia mau hidup tanpa pacaran selama tahun terakhir perkuliahannya. Ketika di tanya mengapa, ia berkata, “Saya mau mendedikasikan secara total masa perkuliahan saya yang terakhir untuk Yesus dan tidak mau terlibat dengan seorang wanita. Saya mau memastikan prioritas – prioritas saya yang benar sebelum saya mulai berpacaran.” Bagaimana pendapat Anda? Bagaimana sudut pandang Anda tentang Mark? Pernahkah Anda merasakan hal demikian? Mohonlah Allah untuk menolong Anda membedakan rencana - rencanaNya untuk masa depan pacaran dan pernikahan Anda.


Tuhan, aku memikirkan masa depanku. Tolonglah aku untuk mengembangkan hubunganku dengan Engkau. Aku ingin mendapat kepuasan di dalam hidupku bersama Engkau saja! Amin