KEHENDAK ALLAH ATAS PERNIKAHAN

25 Agustus 2017 oleh GI. Yerti Sariana

church event


Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mencari seorang! - 1 Korintus 7 : 27

1 Korintus, khususnya pada pasalnya yang ke tujuh ayat satu sampai yang ke empat puluh sangat jelas menyatakan kepada setiap kita bahwa Allah sangat memandang serius suatu pernikahan (maka begitu pula orang yang beriman seharusnya). Pernikahan Kristen adalah sebuah pernikahan yang tidak hanya berkaitan dengan masalah relasi secara fisik (hubungan seksual). Tetapi sebuah pernikahan Kristen yang sesungguhnya adalah pernikahan yang didasarkan pada pemikiran Allah atau Firman Allah. Yakni : Pertama, pernikahan Kristen adalah sebuah lembaga yang didirikan oleh Allah sendiri (Kejadian 2 : 22). Pernikahan adalah hal yang kudus dihadapan Tuhan, dimana seorang pria dan seorang wanita telah menjadi satu untuk hidup membangun perjalan rohani bersama. Kedua, sebuah pernikahan adalah komitent atau keputusa seumur hidup di hadapan Tuhan (Roma 7 : 2), tak seorang pun yang berhak memutuskan kesatuan itu.

Untuk direnungkan : Iman Kristen sangat jelas menyatakan dalam beberapa bagian Firman Tuhan, salah satunya di dalam 1 Korintus 7 : 27, bahwa perceraian merupakan sebuah pelanggaran. Melanggar sebuah ketetapan atau visi Allah terhadap pernikahan. Walaupun memang ketika kita melihat konteks kehidupan manusia saat ini termasuk orang Kristen seringkali perceraian menjadi hal yang biasa saja (tidak ada yang namanya kesadaran bahwa ketika perceraian itu terjadi maka itu sedang melanggar perintah Allah atau visi Allah terhadap sebuah pernikahan, yang ada hanya kekerasan hati karena dosa). Pernikahan telah menjadi hal yang begitu mudah (bukan merupakan hal yang serius lagi) bahkan telah menjadi hal yang begitu mudahnya untuk dipermainkan demikian halnya dengan perceraian. Hakikat pernikahan Kristen yang sesungguhnya adalah hal yang sangat mendasar sekali untuk dimengerti dan dimiliki oleh setiap orang percaya. “Sebab Aku membenci perceraian, Firman TUHAN.” (Maleakhi 2 : 16a).


Tuhan, tolonglah setiap keluarga - keluarga Kristen yang ada saat ini untuk terus membangun rumah tangga mereka hanya berdasarkan FIRMANMU! Amin