HIDUP YANG MENJADI BERKAT BUKAN MENJADI BATU SANDUNGAN

29 Agustus 2017 oleh GI. Yerti Sariana

church event


Aku menjawab : Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah - 1 Korintus 10 : 31

Salah satu pertanyaan yang perlu untuk direnungkan oleh orang percaya, apakah semua orang Kristen yang ada saat ini adalah orang Kristen yang telah hidup menjadi orang yang berkemenangan? Di dalam gereja ada berjenis - jenis orang, dari yang bersifat fisik, sampai kepada yang menyangkut karakter dan tempramen. Jangan lupa : juga dalam tahap perkembangan imannya! Ada yang sudah bisa mengunyah makanan keras, tetapi ada pula yang baru bisa minum susu (Ibrani 5 : 12) Di dalam gereja jika ditinjau dari kualitas kehidupan iman ada tiga jenis orang. Satu, orang - orang Kristen yang sudah benar - benar bertobat. Dua, orang - orang Kristen yang baru semi - bertobat. Tiga, orang - orang Kristen yang - aneh - bin ajaib - belum bertobat. Ketiga jenis ini bukan hanya ada di dalam gereja, bahkan di mana pun. Kenyataan inilah yang nyata terjadi di dalam kehidupan di Korintus pada waktu itu. Adanya orang - orang yang telah mengaku menjadi jemaat Tuhan tetapi kehidupan mereka di dalam kefasikan atau dosa. Hidup dalam pesta pora, kemabukan dan segala jenis perbuatan dosa lainnya. Paulus memohon agar umat Allah tidak melakukan sesuatu yang akan membuat orang menjadi tersandung. Tetapi bagaimana mereka menjadi umat Allah yang melakukan segala sesuatu yang memuliakan Tuhan yang menuntun orang lain kepada Tuhan. Kehidupan yang sungguh - sungguh menjadi berkat dan diberkati (hidup mempermuliakan Tuhan bukan mempermalukan Tuhan) 1 Korintus 10 : 31.


Tuhan, tolonglah kami untuk menjadi umatMu yang hidup menjadi berkat bagi orang lain! Amin