BERTUMBUH DALAM PERSEKUTUAN : SALING BERBAGI

31 Agustus 2017 oleh GI. Yerti Sariana

church event


Karena itu, saudara - saudaraku, jika kamu berkumpul untuk makan, nantikanlah olehmu seorang akan yang lain - 1 Korintus 11 : 33

Tanda bahwa manusia semakin beradab adalah bahwa ia semakin mampu mengasihi. Ketika kita berbicara tentang bertumbuh dalam persekutuan, ada satu hal yang mutlak yang harus ada terlebih dahulu yakni kasih. Tulis Paulus , “Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah....” (Flp. 1 : 9). Kita bisa bertumbuh dalam segala hal dan segala jurusan, tetapi kalau kasih tidak ada dan bertumbuh, maka hal ini sama saja dengan tidak bertumbuh sama sekali. Kasih adalah yang termulia yang Yesus lakukan selama hidup-Nya. Kasih pula yang termulia yang Ia persembahkan melalui kematianNya. Inilah kasih yang sesungguhnya yang menjadi dasar didalam kita membangun persekutuan dengan sesama jemaat Tuhan yang tujuaannya adalah bertumbuh bersama. Kasih salah satunya, kebersamaan lewat berbagi melalui perjamuan kasih atau perjamuan makan yang tentunya didasarkan pada kasih yang sesungguhnya. Sejak semula, perjamuan makan jemaat Kristen atau kebersamaan diantara jemaat Tuhan merupakan salah satu bagian dari persekutuan yang sedang dibangun diantara sesama umat Tuhan. Pada kehidupan jemaat Tuhan di Korintus pada waktu itu perjamuan makan atau kebersamaan diantara jemaat Tuhan menjadi hal yang sering meraka lakukan, namun dalam pelaksaanannya telah bergeser menjadi perjamuan makan yang berubah menjadi menikmati makannya sendiri (1 Kor 11 : 17 - 22). Yang miskin pun semakin tersingkir. Tidak ada yang namanya kebersamaan yang tercipta diantara mereka karena sesungguhnya merekapun belum bertumbuh dalam kasih Tuhan yang sesungguhnya. Inilah salah satu hal yang menjadi keprihatinan mendalam Rasul Paulus ketika menuliskan 1 Kor 11 : 17 - 34, yang berbicara tentang kebiasan - kebiasaan yang salah dalam perjamuan malam. Bahwa makan sendiri dalam sebuah acarara perjamuan bersama hanya mendatangkan keburukan bahkan perpecahan dalam sebuah komunitas.

Untuk direnungkan : Tuhan Yesus Kristus membagi kasih dan kemuliaan-Nya kepada dunia ini, dan Ia tidak pernah kekurangan kasih dan kemuliaanNya. Ketika kita berbagi dengan sesama, hal itu tidak akan membuat kita kekukarangan. Sebab itu, buanglah keegoisan, kepentingan diri sendiri, dan kepuasan diri. Wujudkanlah Kasih Kristus! Pada saat itulah salah satunya kita bertumbuh dalam persekutuan.


Tuhan, tolonglah kami untuk menjadi umatMu yang mengalami pertumbuhan lewat persekutuan yang sedang kami bangun diantara umatMu yang lain. Salah satunya kami sungguh memiliki kasihMu, yang kami nyatakan kepada sesama umatMu! Amin