TELADAN KETAATANNYA SEBAGAI DASAR PERSEKUTUAN

01 April 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang : FILIPI 2 : 1 - 11


"Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." - Filipi 2:8

Sebagai bagian dari gereja, jelas kekuatan persekutuan orang percaya terletak pada kesatuan hati, pikiran, kasih, jiwa, dan tujuan di antara para anggotanya (ay. 2). Jika kesatuan itu tidak dimiliki, maka kesatuan orang percaya berada dalam bahaya. Sikap yang mementingkan diri sendiri, tidak menganggap penting orang lain adalah sikap yang dapat menghancurkan hubungan antar pribadi dan menghambat kemajuan dalam komunitas orang percaya. Orang dengan sikap seperti ini senang mendapatkan pujian bagi dirinya sendiri (ay. 3). Orang seperti ini biasanya sulit untuk bekerja sama dengan orang lain.

Firman hari ini mengajak kita untuk meneladani Tuhan Yesus. Yesus sendiri rela melepaskan identitas dengan segala hak-Nya walaupun Ia adalah Allah. Ia rela mengosongkan diri-Nya supaya orang berdosa dapat diselamatkan. Ia mengabaikan kemuliaan diri-Nya dengan membiarkan diri dihina, direndahkan, disiksa, bahkan dibunuh. Tuhan Yesus adalah teladan utama kita dalam hal kesetiaan dan ketaatan. Saat berada di bumi Dia setia melakukan kehendak Bapa, bahkan taat sampai mati di kayu salib. Tiada waktu yang terlewati tanpa mengerjakan kehendak Bapa. (Yohanes 4:34). Melakukan kehendak Bapa adalah yang terutama dalam hidup Yesus. Karena kesetiaanNya ini maka "...Allah sangat meninggikan Dia … “ (Filipi 2:9-11).

Apakah kita bisa melakukan ketaatan yang sedemikian mulia? Apakah hanya Yesus yang dapat melakukan ketaatan yang sempurna? Saudara saudara adakah Tuhan menemukan kesetiaan itu dalam diri kita? Seringkali kita setia kepada Tuhan hanya waktu-waktu tertentu saja: saat diberkati, enak, menyenangkan atau saat segala sesuatunya berjalan dengan baik. Bagaimana saat badai persoalan datang? Saat itulah kesetiaan kita diuji. Sekecil apapun perkara yang dipercayakan Tuhan, meski mungkin itu dipandang sepele dan tidak berarti di pemandangan manusia, mari kita lakukan itu dengan setia. Kesetiaan kita pada hal-hal kecil sangat diperhitungkan oleh Tuhan. Dan bila kita setia dalam perkara kecil, pada saatnya Tuhan akan mempercayakan perkara yang jauh lebih besar kepada kita, sebab promosi dan peninggian itu datangnya dari Tuhan, bukan dari manusia.


Tuhan bantulah kami untuk setia sebagaimana Engkau Setia dalam keadaan apapun. Dalam kehidupan bersama umatMu ajar kami untuk tidak menonjolkan diri sendiri, tetapi juga memberi kesempatan kepada orang lain untuk maju. Amin