DIPANGGIL MENJADI MILIK KRISTUS

03 April 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang : ROMA 1 : 1 - 7


“Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus.” - Roma 1:6

Kejatuhan manusia pertama di dalam dosa telah menciptakan situasi yang sulit dalam seluruh tatanan kehidupan di dunia ini (bnd. Kej. 3:17-19). Dampak yang sangat mengerikan dari dosa adalah manusia mengalami kematian, baik kematian fisik, kematian rohani dan kematian kekal (keterpisahan dari hadirat Allah untuk selamanya). Jika manusia dalam keadaan yang seperti ini, adakah kebanggaan dan berita baik yang dimiliki manusia? Tentu tidak ada! Sebab bagaimanapun keadaan fisik kita saat ini, kita adalah orang-orang yang tidak berpengharapan. Hukuman kematian telah menanti kita!

Namun, kita patut bersyukur kepada Allah Bapa, karena kasih-Nya yang besar, telah menyatakan anugerah-Nya melalui Yesus Kristus, Tuhan kita. Dalam renungan hari ini, kita menjumpai bahwa Allah tidak akan membiarkan manusia tenggelam di dalam kegelapan dosa. Dari sejak semula, ternyata Allah Bapa telah memberikan jalan keselamatan bagi manusia berdosa, sehingga mereka dapat bersekutu kembali dengan-Nya.

Rasul Paulus menekankan kata “dipanggil” dua kali dalam nats ini. Kunci kalimat dipanggil dalam pengertian inisiatif keselamatan dan menyelamatkan ada pada Tuhan dan kita manusia merespon atas panggilan itu. Dipanggil dan menjadi orang percaya dan beriman kepada Kristus adalah kasih karunia, bukan karena kehebatan kita, akan tetapi kasih Tuhan yang memilih kita dan hati kita terbuka oleh pimpinan Roh Kudus menjadi pengikut dan percaya kepada-Nya. Kita dipanggil untuk menjadi milik-Nya (band. Yud 1:1; Why 17:14) untuk taat dan setia kepada-Nya, melalui iman, Firman, ketekunan dan karya. Kita menjadi milik-Nya saat kita hidup, akan tetapi kita juga menjadi milik-Nya saat kita mati, dan kita hidup dan mati adalah seluruhnya untuk Tuhan (Rm 14:8).

Saudara yang terkasih, Seharusnya kita adalah menjadi orang yang paling berbahagia dan bangga karena yang memilih dan mengangkat kita bukan manusia melainkan Allah sendiri sebagai Raja segala raja yang telah memilih kita dan menjadikan kita milik kepunyaan-Nya.


Tuhan Kami bersyukur karena Engkau telah memilih kami. Ajar kami menghargai panggilanMu sebagai milik Kristus ini dengan sikap yang penuh syukur dan rasa hormat, yaitu dengan meninggalkan cara hidup lama yang penuh kesia-siaan. Amin