ALLAH TIDAK MEMANDANG BULU

04 April 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang : ROMA 2 : 1 - 11


Sebab Allah tidak memandang bulu. - Roma 2 : 11

Paulus menegaskan bahwa penghakiman Allah tidak terelakkan bagi semua orang berdosa (2:1-3). Tidak ada gunanya membanding-bandingkan diri dengan orang lain karena di hadapan Tuhan tidak ada yang tersembunyi. Bagian ini mengingatkan kita bahwa kalau kita ditegur karena dosa-dosa kita, itu adalah kemurahan Allah yang menginginkan kita bertobat (ayat 4).

Tindakan Allah bersifat adil. Orang yang mengeraskan hati tidak mau bertobat akan binasa oleh murka Allah (ayat 5, 8). Orang yang bertobat dan meninggalkan dosa, lalu tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan, dan ketidakbinasaan akan memperoleh hidup kekal (ayat 7). Tekun berbuat baik berarti hidup berpusatkan Allah. Jadi dalam tindakannya Allah tidak membeda-bedakan baik dalam Penghukuman maupun dalam menyatakan kasihNya. Allah mengetahui isi hati manusia, apakah terbuka kepada Kristus, atau mengeraskan hati untuk menolaknya (ayat 16).

Terjemahan hurufiah dari Roma 2:11 “Sebab pada Allah tidak ada sifat memihak / memandang muka. Istilah tersebut mendapat arti khusus karena menyangkut kedudukan umat Yahudi dibandingkan bangsa non Yahudi. Jadi kalimat itu berarti Tidak akan memperlakukan orang Yahudi dengan lebih lunak karena kedudukan istimewa mereka, dan sebaliknya Tidak akan memperlakukan orang non Yahudi lebih keras sebab dia kafir). Karena itu penerapan praktis di zaman kini adalah sebagaimana Allah memberlakukan semua manusia tanpa membedakan latar belakang, maka kitapun wajib memberlakukan sama dalam sikap kita kepada sesama manusia terlebih di dalam Gereja kita tidak boleh membeda bedakan berdasarkan latar belakang Umat Tuhan tersebut.


Ajar kami memahami ya Tuhan bahwa Engkau mengasihi semua orang dan tidak pernah memandang muka/memandang bulu. Keselamatan dariMu itu berlaku untuk semua orang yang mau datang dan percaya kepada-Mu. Kami bersyukur untuk keselamatan ini. Amin