HIDUP BERKEMENANGAN DALAM KRISTUS YESUS

07 April 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang : ROMA 6 : 1 - 14


“Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.” - Roma 6:11

Ada yang berpendapat bahwa menjadi orang Kristen itu “enak.” Enaknya adalah buat saja dosa sebanyak-banyaknya dari hari Senin sampai hari Sabtu, dan pada hari Minggunya, tinggal datang pada Tuhan dan mohon pengampunan dosa. ‘Kan beres. Pertanyaannya adalah apakah benar demikian?

Dalam Roma 6:1-14, Rasul Paulus sangat menentang pendapat yang demikian. Ia berkata : “Bolehkah kita bertekun dalam dosa supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak” (ayat 1-2a). Penyataan ini dengan tegas menyatakan bahwa sebagai orang Kristen kita tidak boleh memanfaatkan kasih karunia Tuhan demi kehidupan kita di dalam dosa. Rasul Paulus hendak menegaskan bahwa kita harus menang atas dosa dan bukan kalah karena keinginan daging kita. Mengapa? Pertama, karena kita telah mati dan dikuburkan bersama Kristus (ayat 4). Pemahaman kata “mati” di sini bukanlah secara jasmani melainkan secara rohani. Kehidupan lama kita yang dikuasai oleh dosa telah mati bersama dengan kematian Kristus di atas kayu salib (ayat 6). Kuasa dosa yang sangat membelenggu dan mengikat kehidupan lama kita pun telah hilang kuasanya. Kedua, karena kita telah hidup bersama Kristus (ayat 9). Ketika Kristus bangkit, maka Dia telah menang atas maut. Demikianlah pula dengan orang yang percaya padaNya, ia pun akan mengalami kemenangan dan kehidupan baru di dalam Kristus. Karena itu, Rasul Paulus menekankan bahwa sebagai umat Allah yang telah menang di dalam Kristus, hidup kita untuk hidup memuliakan Allah (ayat 11) dan bukan demi kepuasan kedagingan kita.

Bagaimana caranya hidup kita untuk Allah? Pertama, jangan menyerah terhadap dosa (ayat 12-13a). Jangan biarkan hidup kita dikuasai dan diperbudak oleh dosa lagi dan mengikuti segala keinginannya. Tetapi kita harus berani bersikap di dalam Kristus untuk menang atas kuasa dosa tersebut; bukan berdasarkan kemampuan kita tetapi kuasa Roh Kudus yang bekerja di dalam hidup kita. Kedua, mempersembahkan diri kepada Allah (ayat 13b). Dalam hidup yang baru ini, mari kita “diperbudaklah” oleh Allah. Serahkanlah hidup kita kepada Allah dan biarlah Ia memakai kita seturut kehendakNya. Biarlah Tuhan memakai hidup kita sebagai “senjata-senjata kebenaran” yang membawa berita kebenaran demi keselamatan bagi orang-orang yang belum percaya. Dengan demikian, kehidupan kita yang baru di dalam Kristus, diwarnai oleh kehidupan yang indah dan menjadi berkat bagi orang lain.


Tuhan Yesus kami memohon dalam kuasaMu, tolonglah hidup kami untuk melawan kuasa dosa dan keinginan daging kami. Biarlah hidup kami dapat kami gunakan untuk memuliakanMu. Amin