AKIBAT PEMBENARAN: HIDUP OLEH ROH KUDUS

08 April 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang : Roma 8 : 1-17


“Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut” - Roma 8:2

Dalam Roma 3 :21 – 4:25, dinyatakan bahwa kita yang sebelumnya adalah manusia yang berdosa telah dibenarkan oleh Allah. Sebagai hasil pembenaran tersebut, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah (Rom. 5:1) dan tidak lagi di dalam penghukuman (Rom.8:1). Sebagai respons kita yang telah dibenarkan oleh Allah, kita pun dituntut untuk hidup tidak lagi di dalam dosa tetapi hidup memuliakan Allah. Tentu tidak mudah bagi orang berdosa untuk berperang melawan dosa dan kedagingan, inilah pergumulan hidup. Apalagi sebagai manusia, kita lemah dan mudah goyah serta tergoda oleh berbagai hal di dalam dunia ini yang menyesatkan. Karena itu Allah memberikan Roh Kudus kepada siapa saja yang telah hidup di dalam Kristus dan yang telah dibenarkan. Roh Kudus menjadi pemberian yang indah bagi kehidupan anak-anak Allah.

Paulus menjelaskan apa saja peran Roh Kudus di dalam kehidupan orang percaya. Pertama, memerdekakan kita dari hukum dosa dan hukum maut (ayat 2-4). Roh Kudus memberikan jalan keluar bagi umat Allah—baik di Roma maupun pada masa kini—berkenaan dengan ketidak mampuan mereka untuk melakukan hukum Taurat. Sebab siapakah yang dapat melakukan hukum Taurat secara sempurna di tengah kondisi hidup manusia yang masih memiliki keinginan daging? Tidak seorang pun. Karena itulah, Roh Kudus menolong orang percaya untuk menang atas dosa dan maut serta memimpin orang percaya untuk hidup di dalam kebenaran.

Kedua, menolong kita untuk memikirkan hal-hal yang benar (ayat 5-7). Roh Kudus menolong setiap orang percaya untuk berubah yang diawali dengan perubahan cara berpikir (lihat Roma 12:2). Mereka yang hidup menurut Roh Kudus, dipimpin untuk tidak lagi memikirkan hal-hal menurut daging tetapi hal-hal yang berkenan kepada Allah. Dengan demikian, sikap dan tingkah lakunya menunjukkan hidup yang memuliakan Allah.

Ketiga, diam di dalam hidup kita (ayat 9-15). Kehadiran Roh Kudus tidak hanya sekali-kali saja sesuai dengan kebutuhan seperti pada masa Perjanjian Lama. Sejak hari Pentakosta, maka Roh Kudus diberikan secara tetap kepada orang-orang percaya. Paulus dalam bagian ini pun menegaskan bahwa Roh Kudus diam di dalam diri orang percaya. Kehadiran Roh Kudus di dalam diri orang percaya juga menjadi tanda meterai bahwa orang percaya tersebut adalah milik Allah. Ketika Roh Kudus diam di dalam orang percaya, maka Roh Kudus memberikan kehidupan bagi tubuh yang fana, yang bersifat daging ini untuk melakukan kebenaran di dalam Tuhan.

Keempat, bersaksi bersama-sama kita (ayat 16-17). Roh Kudus yang diam di dalam diri kita juga membantu kita untuk menjadi saksi yang hidup di tengah penderitaan sebagai orang-orang percaya. Walaupun penderitaan sebagai orang percaya sungguh berat, tetapi Roh Kudus memberikan kuasa bagi kita untuk menunjukkan kebesaran dan karya Allah yang maha kuasa. Hidup di dalam Tuhan tidaklah sia-sia. Ada upah kemuliaan yang Tuhan berikan bagi mereka yang mau hidup dipimpin oleh Roh Kudus dan setia sampai akhir.


Tuhan Yesus, kami bersyukur ada Roh Kudus yang memberikan kekuatan dan penghiburan kepada kami dalam menghadapi pergumulan hidup. Karena itu sebagai umatMu biarlah hidup kami dipimpin Roh KudusMu dan nyatakan kemuliaanMu. Amin