MENJADI SERUPA DENGAN GAMBARAN ANAK-NYA

09 April 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang : Roma 8 : 18-30


“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya,....” - Roma 8:29

Salah satu tantangan iman Kristen adalah penderitaan. Ada kalanya seseorang tidak lagi mau ke gereja karena terlalu berat penderitaan yang ia alami. Paulus menegaskan bahwa penderitaan yang dialami oleh umat Allah tidak sebanding dengan kemuliaan yang Tuhan akan berikan bagi umatNya. Umat Allah di kota Roma menghadapi tantangan iman baik dari orang Yahudi—sehubungan dengan hukum Taurat—dan juga dari pihak pemerintahan Romawi yang memaksa mereka untuk menyembah kepada kaisar Romawi.

Paulus menyatakan fakta bahwa memang penderitaan tidak bisa dihindari. Penderitaan adalah buah dari dosa manusia dan karena itu Tuhan mengutuk manusia yang berdosa menderita dan susah payah di dalam kehidupan mereka (20; lihat Kej. 3:17-19). Tetapi tidak selamanya penderitaan akan berlangsung. Tuhan akan mengembalikan kondisi yang rusak menjadi seperti semula—bukan hanya manusia tetapi semua makhluk yang Tuhan ciptakan di dalam kemuliaan-Nya kelak (ayat 19-22).

Lalu bagaimana sikap umat Allah di dalam menyikapi penderitaan ketika masih hidup di dalam dunia ini? Pertama, menantikan kemuliaan Tuhan dengan tekun (25). Tekun yang dimaksud adalah kesabaran, ketabahan dan tetap bertahan walaupun berat dalam menghadapi tantangan. Tetap setia dan beriman kepada Allah serta berfokus pada pengharapan kemuliaan surgawi yang indah dan mulia. Kedua, menyadari bahwa ada Roh Kudus yang selalu menopang dan menolong setiap umat Allah di dalam penderitaan yang dialami (26). Bahkan Roh Kudus juga menjadi “perantara” antara umat Allah dengan Allah Bapa di surga untuk menyampaikan “keluhan-keluhan” umatNya yang tidak terucapkan karena beratnya pergumulan yang dihadapi. Karena itu, setiap umat Allah belajar untuk bersandar dan menyerahkan penuh segala pergumulan kepada Allah karena Allah tidak akan tinggal diam dan menolong setiap umatNya. Ketiga, memahami bahwa penderitaan yang dialami menjadi “batu loncatan” untuk menjadi lebih baik daripada kondisi sebelumnya (28). Penderitaan menjadi api penyucian yang menguduskan dan mengoreksi setiap karakter kita yang tidak baik untuk menjadi serupa dengan Kristus. Serupa dengan Kristus adalah memiliki karakter-karakter seperti karakter Kristus: rendah hati, rela berkorban, mengampuni, mengasihi, memiliki belas kasihan, dsb. Dengan demikian, kehidupan kita dapat menjadi saksi yang menyatakan siapakah Kristus yang sebenarnya.


Ya Tuhan Yesus, ajar kami menyakini bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu yang kami alami untuk kebaikan kami. Kami mengerti ya Bapa bahwa Pergumulan dan masalah yang kami hadapi itu Tuhan izinkan demi perbaikan hidup kami menjadi lebih baik dan menjadi serupa dengan Kristus. Amin