LAYANILAH TUHAN SESUAI KASIH KARUNIA YANG DIANUGERAHKAN

11 April 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang : ROMA 12 : 3-8


"demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.“ – Roma 12:5

Setelah Paulus berbicara tentang rahasia keselamatan di dalam Kristus (Roma 1-11), Paulus kemudian berbicara tentang identitas gereja sebagai umat yang telah ditebus oleh Kristus. Identitas umat Allah yang dipilih dan ditentukan untuk menjadi serupa dengan gambaran Kristus (Rom. 8:29-30) harus terwujud dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, dalam Roma 12-16, Paulus menjabarkan bagaimana seharusnya umat Allah harus hidup sebagai wujud dari identitas dirinya sebagai gambaran Kristus di dalam dunia. Kehidupan yang kudus dan berkenan kepada Allah serta yang tidak serupa dengan dunia inilah yang intisari kehidupan sebagai umat Allah (Rom. 12:1-2).

Hal utama yang menjadi perhatian Paulus adalah bagaimana sikap orang Kristen di tengah komunitas umat Allah itu sendiri. Pertama, sebagai wujud dari Kristus yaitu tubuh Kristus, gereja harus bersatu. Dasar dari persatuan umat Allah adalah bagaimana masing-masing anggota mau merendahkan dirinya dan tidak menganggap diri lebih baik dari yang lainnya (ay. 3). Sebagai Rasul yang dipilih berdasarkan "kasih karunia" Allah, Paulus juga mengingatkan kepada jemaat di Roma bahwa mereka pun dipilih, ditentukan dan dipakai oleh Allah sebagai hambaNya hanyalah berdasarkan kasih karunia Allah dan bukan karena kemampuan mereka sendiri. Karena itu, Paulus menasihatkan mereka untuk berpikir sesuai dengan kasih karunia yang mereka telah terima. Tidak pantas mereka sombong atas karunia atau kemampuan yang berasal dari Tuhan. Terlebih lagi sebagai satu tubuh Kristus, kita saling membutuhkan dan saling melengkapi (ay. 4-5). Tidak bisa kita hidup terlepas dari komunitas umat Allah.

Kedua, selain bersatu, Paulus juga menekankan setiap anggota tubuh Kristus harus berfungsi secara maksimal (ay. 6-8). Anggota tubuh Kristus, yang fungsinya sudah ditetapkan berdasarkan karunia yang Tuhan berikan, jika tidak berfungsi dengan baik, maka dapat menjadi masalah bagi pertumbuhan umat Allah. Karena itu, Paulus memberikan nasehat kepada jemaat Roma untuk melakukan tugas mereka secara maksimal berdasarkan karunia yang mereka sudah terima dari Tuhan. Pemakaian kata "baiklah" dan "hendaklah" merupakan wujud dorongan yang Paulus berikan kepada masing-masing anggota jemaat Roma untuk berfungsi secara maksimal. Dengan demikian, gereja sebagai tubuh Kristus dapat saling melengkapi dan bertumbuh dewasa ke arah Kristus sebagai kepala dari tubuh Kristus.


Tuhan Yesus, sebagai umat Allah yang dipilih dan dipakai oleh Allah karena kasih karuniaMu, kami mengakui kelemahan kami bahwa kadangkala kami masih "ogah-ogahan" di dalam melayaniMu, atau kami kadang pula merasa lebih baik dari yang lainnya. Ampuni kami ya Tuhan dan ajarlah kami berpikir dalam kerangka "kasih karunia." Kami ada seperti saat ini karena kasih karuniaMu. Kami mau melayani Tuhan Yesus Kristus dengan segenap hidup sebagai persembahan yang berkenan kepadaMu. Amen