KEBANGKITANNYA MENGOBARKAN SEMANGAT KITA

16 April 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang : LUKAS 24 : 25 - 35


“Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, … Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?” - Lukas 24 : 31-32

Hari ini Kita Merayakan Paskah, Hari kemenangan Iman Kristen. Yesus Sudah Bangkit. Ternyata berita Kebangkitan Tuhan tidak semua orang percaya, demikian pula yang terjadi dengan 2 murid Tuhan. Dibagian ini diceritakan tentang perjalanan dua murid dari Yerusalem ke Emaus, yang terletak tujuh mil dari Yerusalem. (lih. ay.13) Perjalanan ini dilakukan pada hari pertama dalam minggu, atau pada hari Minggu, yaitu setelah terjadi penampakan dan tersebarnya berita bahwa kubur Yesus telah kosong (lih. Luk 24:1-12). Dalam perjalanan, mereka bercakap-cakap tentang berita kesedihan mereka akan Kristus yang wafat dan kabar akan kebangkitan Kristus. di Ayat 15-16, Nampak bahwa mereka tidak mengenali Yesus. Dikatakan bahwa ada yang menghalangi mata mereka. Sehingga di Ayat 17-27, terjadilan percakapan Yesus dengan dua murid ini. Dan dengan kesedihan mendalam, mereka menceritakan akan Yesus, yang akhirnya dihukum mati. Kemudian, Yesus memberikan pengajaran bahwa kesengsaraan, wafat dan kebangkitan-Nya telah dinubuatkan mulai dari kitab Musa dan para nabi. Dan dikatakan bahwa hati mereka berkobar-kobar mendengar penjelasan Yesus (ay.32). Namun, mereka masih belum mengenali bahwa yang menerangkan kepada mereka adalah Yesus sendiri.

Karena percakapan dengan Yesus membuat hati mereka berkobar-kobar dan hari telah menjelang malam, maka mereka meminta Yesus untuk tinggal bersama dengan mereka, ketika mereka sampai di kampung itu – dan kemungkinan di rumah Kleopas. Dan ketika mereka duduk makan, maka Yesus mengambil roti, mengucap berkat, dan memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Dan pada saat itulah, maka dua orang murid ini akhirnya mengenali Yesus. Namun, kemudian Yesus lenyap dari antara mereka. Dan merekapun menyadari bahwa hati mereka telah berkobar-kobar pada saat Yesus menerangkan Kitab Suci kepada mereka.

Setiap orang pasti mengalami saat-saat frustasi yang berangsur-angsur dapat mematikan semangat hidup, jika tidak segera diatasi. Dalam kondisi seperti itu, biasanya kita mencari teman dalam perjalanan untuk menceritakan kesusahan kita; dan teman kita juga berbagi hal yang sama, sehingga kita merasa memiliki teman “senasib seperjuangan”. Namun, dalam “perjalanan ke Emaus”, ternyata Tuhan yang bangkit menyertai mereka. Kefrustasian kita dapat berubah menjadi “kobaran semangat” kebangkitan, jika kita berani mengundang Yesus untuk “tinggal” di antara kita. Seperti, yang dilakukan oleh kedua murid di Emaus itu, “Mane nobiscum Domine” atau “Tinggallah bersama kami, ya Tuhan” adalah perkataan yang mempunyai makna yang begitu dalam. Undangan ini ternyata “menyembuhkan” dan menjadikan mereka berani menjadi saksi-saksi kebangkitan (ay. 33 – 35). Selamat Paskah 2017. Mari saudara kita bangkit dan semangat melayaniNya.


Tuhan Yesus, kami sadar bahwa dalam hidup sehari-hari, kadangkala kamipun mengalami “emaus-emaus”, yakni saat di mana kita tidak sanggup lagi untuk mengisi kehidupan ini dengan semangat baru, karena pengalaman kegagalan dan kepahitan kami. Tapi kami bersyukur Engkau telah bangkit dan beri harapan baru, kekuatan baru bagi kami semua. Amin