WALAU TERSEBAR TETAP TAAT MEMBERITAKAN INJIL

20 April 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang : Kisah Rasul 8 : 1 - 5


Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. - Kisah Para Rasul 8:4

Hari ini Kita dengan seluruh Jemaat GKT dalam Kebersamaan Sinode GKT, kita semua memperingati hari Pentakosta yaitu hari Turunnya Roh Kudus. Roh Kudus meneguhkan kita sebagai Orang beriman dan juga sekaligus menguatkan kita untuk tidak menyerah dan semangat dalam memberitakan Injil Tuhan. Bacaan pagi ini dari Kisah Rasul 8,1b-5 tentang penganiayaan jemaat mula-mula. Dua diaken yakni Stefanus dan Filupus menjadi kesaksian bahwa dalam segala Tuhan dapat berkarya atas hidup orang percaya. Stefanus dianiaya dan mati secara mengenaskan setelah dia menyaksikan imannya di Mahkamah Agama. Sekalipun demikian Stefanus tetap memandang ke langit, menyerahkan nyawanya dan berdoa mengampuni nyawa orang yang melemparinya hingga mati. Menurut ayat 1 bahwa Saulus setuju kematian Stefanus, dia ada dan menyaksikan kematian Stefanus. Demikianlah gereja mula-mula mendapat tantangan, mereka dianiaya, dikejar-kejar dan tidak sedikit diantara mereka yang martyr. Sekali pun demikian Injil semakin tersebar, karena pengejaran itu orang percaya semakin menyebar. Jadi benarlah ungkapan ini: semakin dibabat semakin merambat, semakin dikejar semakin tersebar. Pengejaran kepada jemaat mula-mula dipakai Allah mempercepat penyebaran Injil ke seluruh dunia. Tertulianus Bapa Gereja pernah berkata: "darah orang martir adalah benih gereja" itu adalah nyata, kematian Stefanus sangat berharga dan menjadi benih gereja, Saulus sendiri yang menyaksikan kematian Stefanus dengan mata kepala sendiri bertobat dan menjadi pemberita Injil.

Injil Tuhan itu penuh kuasa dan menang di Yerusalem. Sebelum penganiayaan itu, pasti ada ribuan orang beriman di Yerusalem. Kemudian selama penganiayaan yang hebat terhadap gereja, semua orang beriman ini pergi, kecuali rasul-rasul. Tetapi karena Injil sangat kuat, segera setelah penyebaran orang-orang kudus itu, ada sejumlah besar orang yang bangkit untuk percaya kepada Tuhan Yesus. Kelihatannya semakin banyak orang beriman pergi, semakin banyak orang yang datang untuk percaya kepada Kristus. Ini adalah kedaulatan Allah bahwa kaum beriman yang tersebar dari Yerusalem ke tempat-tempat lain, karena penganiayaan itu, melakukan perluasan Injil untuk menggenapkan perkataan Tuhan dalam Kis 1:8 (11:19). Teladan pertama dalam Kisah Para Rasul 8 adalah pemberitaan Injil melalui penyebaran kaum beriman. Di Yerusalem, Injil yang diberitakan terutama dilaksanakan oleh para rasul. Tetapi itu bukanlah satu-satunya teladan bagi pemberitaan Injil kita. Dalam 8:4 kita memiliki teladan lain dari pemberitaan Injil -- pemberitaan Injil melalui penyebaran, migrasi, dari orang-orang kudus. Dalam Kisah Para Rasul 8 memang tidak terdapat kata-kata "bermigrasi" atau "migrasi". Meskipun demikian, migrasi ini ditunjukkan oleh perkataan "tersebar". Penyebaran orang-orang kudus sebenarnya adalah satu migrasi.


Tuhan ajar kami percaya bahwa dalam segala hal Tuhan berkarya atas orang-orang percaya, kami percaya ya Tuhan bahwa suka duka dapat Kau pakai untuk menyatakan kemuliaanMu dan demi kebaikan kami. Amin