PELAYAN KRISTUS YANG PENUH ROH KUDUS DAN IMAN

21 April 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang : Kisah Para Rasul 11 : 22-26


"karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan." - Kisah Para Rasul 11:24

Melalui renungan minggu ini kita diajak untuk meneladani orang-orang yang dipakai Tuhan secara luar biasa, kita perlu belajar dari kehidupan rohani, iman, kesetiaannya, semangat dan lain-lain, yang membuat mereka menjadi pahlawan iman. Salah satu contoh adalah Barnabas, tokoh Alkitab yang dapat kita jadikan teladan dalam kehidupan rohani kita. Alkitab mencatat: "Ia (Barnabas) menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul." (Kisah 4:37). Ini menunjukkan bahwa Barnabas adalah seorang yang murah hati dan suka memberi. Kepeduliannya terhadap perkara-perkara rohani sangat besar. Buktinya ia rela menjual sebidang tanah miliknya untuk membantu pekerjaan Tuhan (pekabaran Injil). Barnabas tidak mementingkan diri sendiri, tapi senantiasa menunjukkan kebaikannya kepada orang lain.

Barnabas adalah orang pertama yang memberi kepercayaan pada Saulus yang baru bertobat untuk bergabung dalam pelayanan rasul-rasul (Kis 9:27-28). Padahal waktu itu Saulus ditakuti karena masa lalunya yang suka menyiksa dan membunuh orang-orang percaya. Penerimaan dan pembelaan Barnabas padanya akhirnya membuahkan hasil luar biasa. Paulus menjadi pelayan Tuhan penuh keberanian dan kredibilitas tinggi, peran pelayanannya luar biasa pada pertumbuhan jemaat mula-mula (khususnya bagi orang di luar Yahudi), dan seorang penulis sebagian besar kitab Perjanjian Baru. Barnabas juga telah memberi dorongan kepada seseorang pemuda yang pernah gagal yaitu Yohanes Markus (15:36-40). Kita tahu siapa dia? Dia adalah penulis kitab Injil Markus dari kesaksian Petrus.

Sungguh, pelayanan Barnabas di Antiokhia membawa dampak yang sangat luar biasa karena ada kuasa Roh Kudus yang menyertainya; ia juga tidak mencari nama atau popularitas, tapi semua dilakukan semata-mata demi hormat dan kemuliaan nama Tuhan. Inilah sikap yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang percaya dan terlebih lagi para pelayan Tuhan yang rindu dipakai Tuhan untuk bekerja di ladangNya yang sudah menguning dan siap dipanen ini.

Barnabas tidak pernah menyadari orang yang pernah dia tolong menjadi pelayan Tuhan yang hebat. Dia hanya menyiapkan hati dan tangan yag terbuka menerima siapa saja yang pernah jatuh, pernah melakukan kesalahan, pernah bersikap tidak dewasa bahkan pernah ditolak.


Tuhan dalam pelayanan bersama, ajar kami untuk dapat membuka hati dan tangan kami untuk menerima mereka yang pernah terpuruk dan gagal, karena Engkau dapat memakai kami melalui hidup, teladan dan kasih kami melahirkan “Petrus” dan “Yohanes Markus” masa depan. Amin