DIPERCAYAKAN PELAYANAN KARENA DIANGGAP SETIA

23 April 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang : 1 TIMOTIUS 1 : 12 - 20


Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku – 1 Timotius 1 : 12

Dalam perjalanan hidup ini, terkadang kita merasa tidak mampu melakukan tugas yang dipercayakan kepada kita. Apalagi tugas itu sangat besar dan mulia; sementara kita hanyalah orang kecil, miskin dan hina. Sehingga kita merasa tidak pantas dan layak untuk melakukannya. Perasaan tidak pantas untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan menjadi penghalang terbesar untuk meraih kemajuan dan keberhasilan di masa depan.

Paulus mengingatkan kembali Timotius bahwa dirinya menjadi rasul, bukan karena kehendaknya pribadi, tetapi karena perintah Allah (ayat 1:1). Ia memberitakan Injil karena Injil itu telah dipercayakan Allah kepadanya (ayat 12). Penegasan ini bukanlah suatu bentuk kesombongan rohani, tetapi bertujuan untuk menunjukkan perbedaan antara dasar panggilan dari mereka yang sungguh-sungguh melayani Tuhan, dan mereka yang tidak. Karena itu, Timotius, sebagai anak Paulus yang sah dalam iman (ayat 2), harus memperhatikan hal ini.

Paulus menunjukkan, bahwa tujuan pemberian nasihat oleh seorang pelayan Tuhan sejati adalah untuk menimbulkan kasih dari "hati yang suci, hati nurani yang murni dan iman yang tulus ikhlas" (ayat 5). Pengajaran seorang pengajar yang benar juga tidak bertentangan dengan ajaran sehat yang didasarkan pada Injil Allah.

Paulus berusaha meyakinkan Timotius dengan pengalaman pribadinya. Bahwa sebagai seorang penghujat dan penganiaya jemaat dan seorang ganas, Paulus juga merasa sangat tidak pantas dan tidak layak untuk memberitakan Injil. Namun Tuhan telah mengasihani dirinya dan menganggapnya layak sehingga mempercayakan tugas pelayanan Injil kepadanya. Tuhan juga memberi kekuatan dan kasih karunia-Nya yang melimpah disertai iman dan kasih kepada Paulus supaya menjadi contoh bagi orang lain yang akan percaya kemudian. Dengan pengalaman tersebut diharapkan Timotius siap menerima dan melakukan tugas dengan kekuatan kasih karunia demi hormat dan kemuliaan Tuhan.

Ada ungkapan yang mengatakan: 'Gratia' (anugerah) selalu melahirkan 'Gratitude' (syukur). Inilah yang dilakukan Paulus. Setiap kali Paulus mengenang kembali jalan hidupnya, maka selalu akan timbul dalam hatinya penuh syukur, suatu doksologi/puji-pujian kepada Allah (ayat 17).


Tuhan Yesus, siapkanlah kami untuk melakukan pekerjaan apa pun yang dipercayakan kepada kami sebagai wujud kesetiaan kami padaMu. Teguhkan kami dapat terus setia dalam pelayananmu dengan penuh tanggung jawab, sehingga Engkau akan tambahkan kepercayaan yang lebih besar lagi kepada kami. Amin.