IDENTITAS JEMAAT YANG DIKUDUSKAN ALLAH

24 April 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang : 1 TIMOTIUS 3 : 14 – 4 : 5


“Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatu pun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.” - 1 Timotius 4 : 4-5

Pada masa kini sudah jarang Kristen yang menghubungkan suasana kekeluargaan dengan gereja/jemaat. Banyak Kristen yang secara tidak sadar sudah terbiasa dengan tidak adanya suasana kekeluargaan di dalam gerejanya. Semestinya, suasana kekeluargaan itu diwujudkan supaya suasana saling membangun dan melayani karena kasih karunia Allah dapat ditampilkan untuk menjadi kesaksian bagi dunia sekitar.

Dalam renungan hari ini, dari apa yang Paulus tuliskan pada bagian ini, jelaslah bahwa tujuannya adalah untuk menunjukkan bagaimana para anggota jemaat harus hidup sebagai keluarga Allah. Penggambaran ini sebenarnya lazim digunakan oleh Paulus. Jemaat, sebagai keluarga, adalah tiang penopang dan dasar kebenaran (ayat 15). Jemaat adalah "tiang penopang dan dasar kebenaran." Sebagai tiang penopang, jemaat harus menjunjung tinggi kebenaran agar dunia melihat terang Injil. Sebagai dasar kebenaran, jemaat harus memegang teguh dan mempertahankan Injil Kristus terhadap serangan berbagai ajaran sesat. Esensi "kebenaran" adalah Kristus sendiri (16b), Berpegang pada kebenaran Injil adalah satu-satunya cara melawan ajaran sesat, yang tak pernah berhenti mengancam iman dan kehidupan umat Tuhan (4:1-2). Paulus menyangkal ajaran sesat yang menolak karya cipta Allah (3) dengan menegaskan bahwa semua yang Allah ciptakan dan berikan kepada kita adalah baik, termasuk perkawinan dan makanan (4). Semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah yang menciptakan atau meneguhkannya, dan oleh doa syukur kita sebagai pengakuan bahwa pemberian itu berasal dari Allah (5).

Jadi saudara yang terkasih, dalam renungan hari ini menunjukkan tugas gereja untuk menyatakan kebenaran melalui tindakan-tindakan, kehidupan, dan pelayanan anggota-anggotanya. Gereja adalah keluarga yang menyediakan tempat bagi para anggotanya untuk melaksanakan tugas tersebut. Perilaku para pemimpin dan anggota jemaat dalam kehidupan berjemaat (2:1-3:13) berkaitan erat dengan identitas jemaat, sebagai "keluarga (bhs. Yun. rumah tangga) Allah" (3:15).


Ya Tuhan sadarkanlah kami bahwa setiap orang percaya adalah anggota keluarga Allah melalui iman kepada Kristus dan kelahiran baru oleh RohMu yang Kudus. Biarlah kami semakin mengerti bahwa sebagai keluarga Allah adalah tempat di mana "Allah yang hidup" itu tinggal, karena itu teguhkan kami untuk dapat memuliakan namaMu bersama keluarga Allah lainnya. Amin