PELAYANAN KRISTUS YANG DAPAT MENJADI TELADAN

26 April 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang : 1 TIMOTIUS 4 : 11 - 16


“… Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” - 1 Timotius 4 : 12

Keteladanan memberikan dampak yang luar biasa, membawa perubahan yang nyata. Bahkan keteladanan adalah jawaban terbaik atas fitnahan. Pada saat Plato dituduh hidup tidak bermoral, ia berkata : “baiklah kita harus hidup sedemikian rupa sehingga semua orang akan melihat bahwa tuduhan itu tidak benar”. Ya, itulah cara terbaik menghadapi fitnahan bahkan ancaman yang datang melanda.

Di dalam Renungan hari ini setidaknya ada dua hal yang menuntut mengapa Kita Harus Menjadi Teladan, yaitu: Karena dengan menjadi teladan, kita tidak akan di pandang remeh. Menjadi teladan juga adalah perintah: kata jadilah teladan ini, di tulis dalam bentuk perintah (kini aktif imperative), karena memakai bentuk kata kerja yang mau atau tidak mau harus di lakukan dengan indikasi waktu sekarang. Artinya menjadi teladan adalah keharusan bagi setiap kita dan harus di lakukan sekarang, bukan tunggu nanti kalau moodnya lagi enak, saya mau menjadi teladan, kalau siatuasinya mendukung berarti saya mau menjadi teladan. Yang benar ialah harus menjadi teladan dan itu dimulai dari sekarang.

Perintah Paulus kepada Timotius ini dikarenakan: 1) Keadaan di luar gereja / persekutuan kristen perdana; 2) Keadaan di dalam gereja / persekutuan Kristen perdana. Adanya Guru-guru bidat dengan ajaran sesatnya. Ajaran-ajaran yang beredar dan berlawanan dengan ajaran para rasul, yang telah diketahui / dipelajari (termasuk juga jemaat di Efesus) oleh imotius.; 3) Usia Timotius yang muda namun memiliki tanggungjawab yang besar.; 4) Bahaya kemurtadan yang telah dan akan melanda gereja.

Dari uraian di atas, terlihat jelas bahwa Timotius sedang diperhadapkan dengan banyak tantangan, baik dari dalam gereja, luar gereja dan juga dari dirinya sendiri.Tantangan ini adalah bahaya besar bagi pelayanannya. Bahkan, ditambah lagi bahaya yang dilihat oleh Paulus dalam Roh tentang datangnya kemurtadan, dengan tanda ajaran dan praktek asketis (4:8), memaksanya memberi instruksi dan metode terbaik bahkan detail kepada Timotius untuk menghadapi tantangan iman. Di antara instruksi-instruksi dan metode-metode tersebut adalah: “menjadi teladan dalam perkataan, perbuatan dan sikap”.

Saudara yang terkasih, perhatikanlah bahwa setelah Timotius memiliki bekal yang mapan secara pengetahuan terhadap Injil yang murni, maka Paulus memerintahkan dia untuk menjadi teladan. Di sini kita bisa melihat bahwa, Paulus tidak mengabaikan pengetahuan atau penggunaan logika terhadap kebenaran Injil. Namun logika yang berpetualang mencari kebenaran iman harus tunduk kepada otoritas Injil, selain itu, Injil harus dinyatakan dalam praktek hidup.


Kami sadar ya Tuhan bahwa kewibawaan kehidupan tidak terletak pada hal-hal lahiriah (mis.,kekayaan, penggunaan kekerasan, kepintaran, etc.,) tetapi dalam keteladanan hidup”. Sebagaimana dalam FirmanMu dinyatakan dengan sangat jelas bahwa kami semua diminta untuk menjadi teladan-teladan dalam banyak hal mulai dari perbuatan baik hingga iman. Karena itu teguhkan kami untuk dapat menjadi teladan. Amin.