BERTANDING DALAM PERTANDINGAN IMAN

27 April 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang : 1 TIMOTIUS 6 : 9 - 14


"Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal." - 1 Timotius 6 : 12

Dalam bacaan Firman Tuhan hari ini, kita mengerti pentingnya mempertahankan iman yang benar terhadap serangan ajaran sesat yang dilukiskan Paulus seperti peperangan (1:18) dan pertandingan atletik (6:12; bdk 2 Tim 4:7). Baik pertandingan maupun peperangan menuntut usaha yang tak setengah-setengah. Iman di dalam surat ini disebut sebagai "kebenaran" (1 Tim 2:4, 3:15,4:3), "ajaran kita" (6:1), atau "harta yang dipercayakan" kepada hamba-Nya (6:20; 2 Tim 1:12,14).

Hidup Kekristenan tidak hanya menerima keselamatan dari Kristus saja, tetapi kita diwajibkan untuk mengikuti perlombaan iman. Dalam pertandingan iman ini harus dilakukan dengan cara-cara yang benar (ay. 12a). Kita tidak boleh bertanding dengan kecurangan dan motivasi yang salah. Mengapa demikian?

Alasan Pertama, Karena hadiah dari pertandingan tersebut adalah hidup yang kekal (ay. 12b). Ditekankan untuk kita merebut hidup yang kekal itu. Kata Yunani yang diterjemahkan “rebutlah” di sini artinya adalah“menangkap, merebut, mengambil” (Kamus Strong). Kita telah dipanggil untuk memperoleh hidup yang kekal tetapi ini bukan berarti kita telah “menangkapnya”. Kita sedang mengejarnya!

Alasan kedua adalah karena kita bertanding tidak sendiri, melainkan ditonton oleh begitu banyak saksi yang melihat pertandingan kita (ay. 12c). Oleh karena itu sudah sepantasnya kita harus bertanding dengan benar. Bertanding di sini tidak sama artinya dengan bertanding dalam pertandingan pada umumnya di dunia ini. Kita tidak bertanding dalam arti mencoba mengalahkan orang lain, tetapi lebih bertanding dengan diri kita sendiri, apakah kita mampu hidup sesuai dengan standar Firman Tuhan ataukah kita justru kalah dan menyerah dengan sifat daging kita sendiri.

Oleh karena itu Paulus menasehatkan agar kita dapat menang dalam pertandingan tersebut, kita harus menjauhi hal-hal yang duniawi, dan di sisi lain kita mengejar keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran, dan kelembutan (ay. 11),. Ini adalah kunci agar kita dapat menang dalam pertandingan kita. Ingat bahwa Tuhanlah yang menjadi “wasit” dalam pertandingan kita, dan ketika kita bertanding di hadapan Tuhan, maka kita harus melakukan pertandingan tersebut dengan aturan yang Tuhan miliki, bukan aturan kita sendiri.


Tuhan kami rindu untuk terus dapat menambah semangat dalam pertandingan iman yang wajib kami jalani, karena jika kami tidak siap, maka kami sadar bisa saja kami tidak akan menang. Akan tetapi jika kami siap, maka kita akan mampu bertanding dengan baik dan benar di hadapan Tuhan. Karena itu Tuhan, teguhkan kami untuk dapat terus bertanding dalam Iman sampai akhir. Amin