BERTEKUNLAH DAN JANGAN MENYIMPANG

30 April 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang : 2 TIMOTIUS 2 : 8 - 19


“Jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita.” - 2 Timotius 2 : 12

Renungan kali ini mengajar kita untuk Bertekun dalam Tuhan dan jangan Menyimpang dari Iman. Arti bertekun yang dimaksud adalah berjuang supaya saya bisa mencapai target, jadi seorang yang bertekun adalah orang yang tidak cepat menyerah, tidak mudah jadi putus asa, tidak gampang mundur. Seorang yang bertekun sadar bahwa ia punya target, karena itu ia terus berjuang sampai pada akhimya. Target yang menjadikan kita bertekun adalah Menyenangkan hati Tuhan, kita harus bertekun untuk menyenangkan hati Tuhan. Standar minimal yang harus kita miliki agar kita dapat bertekun dalam Allah, diantaranya adalah:

Ayat 8; Kita harus selalu mengingat Kristus. Yang dimaksud adalah mengingat kasih karunia Allah yang telah dinyatakan-Nya di dalam Kristus, yaitu mengingat kematian, kasih, kebaikan, kesetiaan, dan segala hal yang sudah Kristus kerjakan buat kita. Hal itu mendorong kita untuk tidak lagi berbuat dosa, bahkan karena mengingat segala kebaikkan Tuhan membuat kita semakin kuat. Boleh saja kita sedang dalam masalah besar tetapi ketika kita ingat kasih setia Tuhan maka membuat kita menjadi kuat kembali.

Ayat 9; Siap menderita untuk Injil. Alkitab mencatat, pemberitaan tentang salib adalah kebodohan bagi dunia. Itulah sebabnya kalau kita hidup dalam Injil kita dianggap orang-orang bodoh, sebab dunia tidak bisa menerima Injil. Di ayat 17,18 Paulus beri contoh bahwa ternyata ada juga para hamba Tuhan yang tidak siap menderita dan telah menyimpangkan berita Injil, seperti Himeneus dan Filetus. Bagi Paulus, orang-orang seperti mereka itulah yang perlu diwaspadai karena mengajarkan pengajaran-pengajaran yang menyimpang dari kebenaran Kristus, yang bisa membuat jemaat terguncang imannya. Karena itu, Paulus dengan tegas mengingatkan Timotius untuk meneruskan tongkat estafet berita Injil itu kepada orang-orang yang telah memenuhi standar kelayakan: berani berkata benar tentang Kristus, jujur, bertanggung jawab, dan setia pada firman Tuhan.

Ayat 10; Hidup selalu dalam kesabaran. Orang yang tidak sabar, apapun yang ia mau atau kehendaki ia ingin semuanya serba cepat. Doa permohonannya ingin segera dijawab Tuhan, pada hal Tuhan sendiri punya waktu yang tepat untuk menolong kita. Orang yang tidak sabar ketika sesuatu yang ia ingini belum ia terima maka jadi emosi atau hatinya menjadi "panas". Pada hal kalau kita belum terima bisa jadi Tuhan sedang menguji kesabaran kita.


Tuhan kami yakin bahwa Engkau mengenal dan mengetahui hati kami, sehingga meskipun di dalam kesetiaan dan ketekunan kami, masih ada kekurangan tetapi Engkau adalah Allah yang tetap setia, akan membela kami dan mau menerima apa adanya kami, dan akan terus menyempurnakan hidup kami. Karena itu biarlah hidup kami selalu mengingat Engkau Kristus, dan siap menderita karena Injil, sabar dan bertekun di dalam Kristus. Karena Engkau telah dan terus setia kepada kami. Amin