VISI TUHAN – PENGHANTAR MASUK GERBANG PERUBAHAN

01 Juli 2017 oleh Pdt. Herman Soekahar, M.Th

church event

Baca Sekarang : KISAH 10: 1 – 23


Ada gap yang lebar menganga antara orang Yahudi dan non Yahudi yang dipicu oleh agama, tradisi dan adat istiadat serta budaya mereka. Orang yahudi merasa dirinya sebagai Umat Pilihan Tuhan yang istimewa, maka mereka memandang rendah orang non Yahudi, tak pantas menerima kebaikan Allah.

Pergumulan terjadi ketika para pengikut Kristus yang menerima injil itu pada awalnya adalah orang-orang Yahudi; sedangkan injil Kristus dirancangkan oleh Allah, juga bagi bangsa-bangsa lain yang non Yahudi. Ada gap sosial yang lebar menganga ketika para rasul Kristus dan mereka yang telah menerima injil Kristus itu adalah orang Yahudi, yang harus membawa injil Kristus itu kepada bangsa-bangsa lain.

Allah punya cara untuk mempersempit dan menghilangkan gap pemberitaan injil orang Yahudi kepada mereka yang non Yahudi, yaitu melalui visi atau penglihatan yang berasal dari Tuhan untuk maksud tersebut:

Allah memberikan penglihatan pada Kornelius, perwira pasukan Italia, seorang yang saleh,, takut akan Allah, pemberi sedekah pada orang Yahudi, tekun dalam doanya pada Allah (ayat 1-3) Malaikat menampakkan diri padanya, dan menyatakan bahwa ibadahnya diterima (ayat 4) Malaikat itu memerintahkan agar utusannya ke Yope untuk menjemput Simon Petrus yang sedang menginap di rumah Simon penyamak kulit (ayat 5-6). Kornelius mengutus dua orang hambanya dan seorang prajuritnya yang saleh untuk menemui Petrus (ayat 8-9)

Allah memberikan penglihatan pada Petrus sebelum utusan Kornelius sampai kepadanya (ayat 9-16) Petrus melihat dalam penglihatan ada kain berujung empat yang berisi bermacam-macam hewan yang najis untuk dimakan oleh orang Yahudi turun dari atas kehadapannya. Petrus mendengar suara agar menyembelih dan makan binatang tersebut untuk mengisi perutnya yang lapar. Petrus menolak untuk makan binatang haram tersebut. Tiga kali perintah untuk memakan binatang tersebut ditolaknya, lalu hilanglah penglihatan itu (ayat 16) Pesan penting penglihatan dari Tuhan kepada Petrus:”Yang dinyatakan halal oleh Allah, tak boleh kamu nyatakan haram.”(ayat 15)

Setelah pengalaman penglihatan itu berakhir, 3 orang utusan Kornelius itu sampai dirumah tempat Petrus menumpang. Petrus diperintah kan oleh penglihatan itu agar tidak tidak ragu dan mau berangkat bersama mereka menemui Kornelius (ayat 20) Petrus yang Yahudi itu mengundang mereka menginap semalam bersama dia sebelum esok hari keberangkatan nya (ayat 23)

Ketaatan pada pesan penglihatan yang diberikan oleh Allah tersebut telah membawa Petrus masuk kedalam gerbang perubahan keyakinan imannya, adat istiadat dan kebiasaannya sebagai orang Yahudi terhadap mereka yang non Yahudi. Injil Kristus juga bagi mereka yang non Yahudi. Apa yang dihalalkan oleh Allah tak boleh diharamkan oleh manusia dengan alasan adat istiadat, tradisi dan kebudayaan atau status dan strata sosial. Amin.


Ya, Tuhan Yesus, tolonglah aku agar apa yang Engkau halalkan, tidak aku haramkan. Tuntunlah kami dengan visi-Mu agar injil Tuhan sampai kepada mereka karena gap tradisi, adat-istiadat manusia, budaya dan strata serta status sosial ditetangi oleh Injil Kristus. Amin.