PENGUTUSAN MISIONARI

05 Juli 2017 oleh Pdt. Herman Soekahar, M.Th

church event

Baca Sekarang : KISAH 13 : 1-23


Di Antiokhia kekristenan mulai berkembang, dari kota itulah para pengikut Kristus disebut Kristen (Kisah 11:26). Dalam jemaat Antiokhia disebut kan ada 5 orang yang berperan sebagai nabi dan pengajar, 2 orang di antaranya adalah Barnabas dan Saulus (Kisah 13:1). Ketika para pemimpin jemaat ini sedang beribadah dan berpuasa mereka mendengar suara Roh Kudus agar mengutus Barnabas dan Saulus menjadi misio nari. Dengan sekali lagi menggumulkan hal pengutusan itu, akhirnya Barnabas dan Saulus diutus menjadi misionari (13:2-3). Pekerjaan misionari mengabarkan injil Kristus mulai dihayati sebagai karya Roh Kudus dalam jemaat Tuhan, memanggil dan mengutus orang-orang yang dikhususkan untuk pelayanan itu. Jemaat punya tanggung jawab memperhatikan mereka yang diutus sebagai misionari.

Saulus yang sebut Paulus bersama Barnabas melakukan perjalanan penginjilan untuk membawa manusia pada Kristus ditempat yang baru dan lingkungan baru supaya disana pada suatu saat akan ada komunita jemaat Kristus dan orang Kristen baru.

Dalam semangat misionarisnya ini mereka berupaya membawa orang Yahudi maupun non Yahudi, orang terpelajar maupun tak terpelajar, para petinggi negara maupun agama, strata sosial atas maupun bawah mau menerima Yesus Kristus sebagai juruselamatnya.

Dalam pemberitaan injil ini mereka harus siap berhadapan dengan mereka yang menolak Kristus dan mau membelokkan jalan keselamatan dalam Kristus tersebut. Mereka harus berhadapan dengan pengikut kuasa kegelapan dan nabi palsu (ayat 6-8). Dengan otoritas kuasa Roh Kudus yang menyertainya mereka harus melawan kuasa sihir dan mantera (ayat 9-11). Dengan pendekatan sosial, dialog terkait dengan pengajaran atau filsafat agama yang dapat diterima secara umum, lalu diarahkan dan difokuskan pada pengajaran bahwa hanya Yesus Kristus sebagai juruselamat dunia yang satu-satunya (ayat 14-23) Itulah yang dilakukan oleh Paulus dan Barnabas dalam perjalanan misinya di rumah sembahyang Yahudi di Antiokhia di Pisidia (ayat 14). Pola pendekatan ini menarik pendengarnya sehingga mereka diundang untuk berbicara lebih banyak tentang topik tersebut pada hari Sabat berikutnya (13:42)

Pekerjaan misionari dalam penginjilan adalah pekerjaan Allah yang dipercayakan pada jemaat-Nya, lalu dipercyakan kepada individu yang diberikan mandat untuk itu dan disertai dengan kuasa Tuhan. Penginjilan tidak hanya terpanggil untuk menaklukkan pikiran dan filsafat manusia tunduk di bawah kuasa Kristus, tetapi juga menaklukkan kuasa kegelapan, sihir dan mantera.


Ya, Tuhan Yesus, berkatilah hamba-hamba-Mu yang melayani dalam pekabaran injil dan pekerjaan misi, membangun komunita pengikut Kristus yang tumbuh rohaninya. Amin