BERTOLAK DARI KEBENARAN YANG MEREKA YAKINI MASUK KE DALAM INTI INJIL KRISTUS

06 Juli 2017 oleh Pdt. Herman Soekahar, M.Th

church event

Baca Sekarang : KISAH 13: 24-52


Pemberitaan injil Kristus yang murni akan selalu didahului dengan kontak bicara atau komunikasi dengan penerima dan pendengar berita injil sesuai dengan apa yang mereka ketahui, yakini dan alami secara praktis dalam kehidupan mereka. Bertolak dari sana pembicaraan dan komunikasi diarahkan dan difokuskan kepada hakikat berita injil: Tuhan Yesus Kristus adalah satu-satunya juruselamat dunia ini. Kalian perlu menerima Dia dalam hidupmu

Dalam kesempatan berbicara menyampaikan pesan untuk membangun dan menghibur umat di sinagoge Yahudi di Antiokhia, Pisidia, Paulus memakai teknik ini (Kisah 13:15-23). Paulus menjelaskan peran Yohanes Pembaptis sebagai pembuka jalan bagi pelayanan Yesus, Juruselamat Israel tersebut (ayat 24-25). Paulus mulai menyatakan pandangan imannya; bahwa orang Israel tak mau mengakui Yesus sebagai juruselamat Israel, dan menghukum mati Yesus, walaupun tak ada alasan untuk hukuman tersebut (ayat 26-29). Allah membangkitkan Dia dari kematian, itu merupakan fakta, Dia menampakkan diri bahwa Dia bangkit kepada para murid-Nya. Mereka inilah saksi-Nya bahwa Yesus adalah Mesias itu (ayat 30-31). Kami sekarang memberitakan injil Yesus Kristus itu kepada kalian (ayat 32-33).

Di dalam Yesus, janji-janji Allah kepada Daud digenapi: orang kudus tidak melihat kebinasaan (ayat 35), Daud mati dan kuburannya masih ada, namun Yesus tidak demikian, Dia sudah bangkit dari kematian-Nya (ayat 34-37). Di dalam Yesus diberitakan ada pengampunan dosa, yang tidak dapat diberikan oleh Taurat Musa (ayat 38-39). Kitab nabi--nabi mengingatkan agar jangan menghina Tuhan, itu akan mendatangkan kutuk (ayat 40-41).

Pendekatan, kontak dan komunikasi awal dalam penginjilan sesuai dengan konteks pendengarnya yang dilakukan oleh Paulus di sinagoge Antiokhia, di Pisidia ini relevan dan menarik, sehingga Paulus dan Barnabas diundang mereka untuk berbicara tentang topik ini lebih mendalam pada hari Sabat berikutnya (ayat 42). Pengunjung berduyun lebih banyak datang ke sinagoge karena ingin mendengarkan pemberita an injil (ayat 44). Para petinggi sinagoge mulai iri dengan Paulus karena pengajaran injil Kristus yang disampaikannya luar biasa pengaruhnya, terjadilah perdebatan (ayat 45).

Paulus pada akhirnya memberikan tantangan kepada para pendengarnya agar tidak keras hati, tetapi mau menyambut berita injil Kristus tersebut. Jika Israel yang mengenal Allah itu menolak Yesus sebagai Mesias, maka injil Kristus itu akan disampaikan pada bangsa-bangsa lain yang tak mengenal Allah (ayat 46-47)

Setelah hakikat injil Kristus tersebut disampaikan dengan jelas, harus ada tantangan untuk direspon oleh pendengarnya. Maka akhirnya ada orang-orang non Yahudi yang hadir di sinagoge tersebut percaya kepada Yesus Kristus Juruselamat dunia ini, dan ada orang-orang Yahudi yang menjadi percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Juruselamat yang dijanjikan Allah. Dalam anugerah Allah, akhirnya mereka yang ditentukan untuk beroleh hidup kekal di dalam Kristus menerima Yesus Kristus sebagai juruselamat mereka (ayat 48)

Ada yang menerima injil Kristus tetapi ada juga yang menolaknya dan menimbulkan huru—hara. Namun yang terjadi adalah penerima berita injil tersebut penuh sukacita dan penuh Roh Kudus (Ayat 49-52)


Ya, Tuhan Yesus tolonglah hamba-hamba-Mu dalam melakukan pendekatan awal dalam pemberitaan injil Kristus dan ketika memberikan tantangan untuk responnya setelah mereka mendengarkan dan mengerti hakikat injil Krtistus tersebut. Amin.