PEMBERITAAN INJIL KRISTUS YANG DISERTAI DENGAN TANDA MUKJIJATNYA

07 Juli 2017 oleh Pdt. Herman Soekahar, M.Th

church event

Baca Sekarang : KISAH 14 : 1–28


Pemberitaan injil Kristus terkadang tidak hanya menuntut agar disampaikan hanya pengajaran atau doktrin mengenai pribadi Yesus Kristus sebagai juruselamat yang satu-satunya. Tetapi harus juga dibuktikan akan keajaiban kuasa-Nya yang mampu mentransformasi kehidupan mereka yang menerima Dia sebagai juruselamat-Nya, dan dalam nama Yesus Kristus ada kuasa penyembuhan dari sakit penyakit dan kelemahan serta pelepasan dari penguasaan si iblis.

Di Ikonium, Paulus dan Barnabas mengajarkan Firman dengan berani dan Tuhan menguatkan pemberitaan injil dengan tanda mukjijat-Nya (ayat 1-3). Karena pengaruh pekabaran injil Kristus yang disertai dengan mukjijat Tuhan itu begitu kuat dan menarik banyak orang kepada Kristus maka ada pihak yang kurang senang dan mengadakan huru-hara untuk mengusir mereka dari Ikonium, sehingga mereka menyingkir dan mengabarkan injil di Listra (ayat 4-7)

Di Listra, Paulus dan Barnabas memberitakan injil dan atas perkenanan Tuhan melakukan mukjijat, menjadikan orang lumpuh dari lahirnya dapat berjalan (ayat 8-10) Karena mukjijat yang dilakukan mereka maka penduduk setempat menganggap bahwa Barnabas adalah dewa Zeus dan Paulus adalah dewa Hermes telah turun ketengah kehidupan mereka. Penduduk setempat berupaya menyembah mereka (ayat 11-13) Paulus dan Barnabas menolak perlakuan mereka, dan memberitakan bahwa mereka adalah manusia biasa, bukan dewa, mereka adalah pemberita injil yang menginginkan agar orang-orang setempat bertobat kepada Allah yang hidup (ayat 14-18). Karena iri hati pada pelayanan para rasul ini, maka orang setempat mengadakan huru-hara, ingin mengenyahkan mereka (ayat 19-20). Mereka menyingkir ke Derbe, mengabarkan injil disana dan beroleh banyak murid (ayat 20-21)

Karena kekristenan bertumbuh dalam ancaman orang-orang yang membenci pengikut Kristus, maka Paulus, menyampaikan pengajaran bahwa setiap pengikut Kristus agar siap menderita karena injil Kristus tersebut (ayat 21-22)

Untuk mengantisipasi pengembangan jemaat Tuhan menuju masa depan yang solid ditengah ancaman iman mereka, maka di tiap-tiap jemaat yang telah dibangun, Paulus dan Barnabas menetapkan para penatua jemaat untuk bertanggung jawab memelihara iman jemaat ketika Paulus dan Barnabas meninggalkan mereka dan mengabarkan injil di tempat lain (ayat 23-26)

Akhirnya Paulus dan Barnabas kembali ke Antiokhia, ke jemaat pengutusnya untuk men-sharingkan pelayanan misi: Allah bekerja secara nyata melalui mereka, dan Allah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain non Yahudi untuk bertobat kepada Yesus Kristus Juruselamat dunia ini (ayat 26-28).

Pemberitaan injil Kristus tidak cukup hanya dilakukan dengan pengajaran doktrinal yang solid, tetapi harus diaplikasikan dalam pengalaman praktis: tranformasi kehidupan orang percaya, kesembuhan dari sakit penyakit di dalam nama Yesus Kristus dan pelepasan dari belenggu dosa dan kuasa iblis.

Akan selalu ada pihak-pihak yang tidak suka dengan terjadinya pertumbuhan dan perkembangan pekerjaan pekabaran injil dan misi, tak segan-segan mereka menganiaya orang Kristen. Orang Kristen harus siap diri untuk menderita aniaya demi pemberitaan injil dan pekerjaan misi.


Ya, Tuhan Yesus, tolonglah anak-anakmu yang mengalami penderitaan dan aniaya karena kesetiaannya dalam pemberitaan injil dan misi. Amin.