PERLU PENSOSIALISASIAN DOGMA GEREJA

09 Juli 2017 oleh Pdt. Herman Soekahar, M.Th

church event

Baca Sekarang : Kisah 15:21-41


Pengajaran iman Kristen dan dogma Gereja yang dipahami dan ditaati oleh jemaat Tuhan, akan memelihara kesatuan iman jemaat dalam menghadapi bermacam-macam tawaran dan tantangan ajaran sesat dan ajaran baru yang membingungkan dan belum teruji kebenarannya secara alkitabiah.

Sidang Raya yang dihadiri oleh para pimpinan Gereja di Yerusalem dan sekitarnya saat itu telah menetapkan keputusan-keputusan yang dapat kita sebut sebagai dogma Gereja, diyakini sebagai “keputusan Roh Kudus dan keputusan kami” (ayat 28)

Dogma Gereja tersebut ditulis secara resmi dalam bentuk surat keputusan bersama. Suart itu akan dibawa oleh orang-orang yang diutus oleh Gereja untuk dibacakan atau diajarkan pada jemaat-jemaat di luat Yerusalem. Ada orang-orang yang menyertai Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dann Silas (ayat 22-23). Dogma Gereja yang diajarkan dengan jelas saat itu membuat jemaat bersukacita, terhiburkan hatinya, dinasihati dan dikuatkan (ayat 31-32)

Dalam perjalanan pekabaran injil dan penjelasan akan dogma Gereja yang berikutnya telah terjadi perselisihan antara Paulus dan Barnabas, karena Barnabas ingin membawa Markus; Paulus tidak setuju (ayat 37-39). Akhirnya Paulus berpisah dengan Barnabas. Paulus membawa Silas dan Barnabas membawa Markus (ayat 39-40).

Dogma Gereja perlu disosialisasikan pada jemaat Tuhan, penginjilan perlu terus dilakukan. Dalam dinamika pengajaran dan penginjilan bisa saja terjadi perselisihan tetapi harus dalam ketaatan pada prinsip-prinsip pengajaran Tuhan.


Ya, Tuhan Yesus, tolonglah hamba-hambamu yang Tuhan percayakan untuk pengajaran dogma Gereja dan penginjilan pada mereka yang baru mau mengambil keputusan iman untuk percaya kepada Tuhan Yesus. Amin.