PEKABARAN INJIL DI PASAR HINGGA DI SIDANG AREOPAGUS DI ATHENA

13 Juli 2017 oleh Pdt. Herman Soekahar, M.Th

church event

Baca Sekarang : KISAH 17:16-34


Pakabaran injil dilakukan oleh Paulus di sinagoge Yahudi, di pasar, tempat umum bagi orang-orang sederhana, tetapi juga dikabarkan di Sidang Areopagus di kalangan filsuf, pemikir terhormat orang-orang Yunani di Athena. Injil Kristus telah tersebar mendunia.

Paulus sedih karena melihat orang Athena menyembah berhala. Ada begitu banyak dewa yang tak dikenal namanya (ayat 16). Di kalangan para penyembah berhala ini, Paulus memberitakan injil dan tentang kebangkitan-Nya. Topik pembicaraan itu rupanya menarik orang Athena, tidak cukup dibicarakan di pasar, tetapi harus juga disampaikan di Sidang Areopagus diantara para filsuf (ayat18—21). Dalam pekabaran injilnya itu Paulus berhasil membangun jembatan yang akan menghantar masuk ke dalam penginjilan itu. Dari sana Paulus masuk ke dalam poin-poin penting penginjilan tersebut (ayat 22-23)

Allah yang menciptakan langit dan bumi, tidak diam di dalam kuil buatan manusia, Dia tak kekurangan apa-apa, karena Dia yang memberi hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang, didalam Dia kita hidup, bergerak dan ada (ayat 24-28) Kita tidak boleh berpikir bahwa allah itu sama seperti emas atau perak, atau batu (ayat 29). Allah itu telah menetapkan suatu hari, Dia dengan adil akan menghakimi dunia ini oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, Alah telah membuktikan hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati (ayat 30-31)

Setelah berita injil Kristus yang murni itu disampaikan dan manusia harus mengambil keputusan, maka ada pihak yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat, tetapi ada juga yang menolak-Nya (ayat 32-34).


Ya, Tuhan Yesus, berkatilah mereka yang telah menerima Injil-Mu, agar mereka dapat bertumbuh imannya. Amin