MENEMUKAN REKAN SEPELAYANAN DALAM PEMBERITAAN INJIL

14 Juli 2017 oleh Pdt. Herman Soekahar, M.Th

church event

Baca Sekarang : KISAH 18: 1-28


Pemberitaan injil merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan banyak rekan kerja se-visi dan misi dalam praktiknya, merupakan pekerjaan rohani yang berkesinambungan dan tak kunjung selesai. Dengan nuansa semangat seperti itu Paulus memberitakan injil Kristus.

Sesampainya di Korintus, Paulus berjumpa dengan Akwila dan Priskila, orang Yahudi Kristen perantauan di Korintus saat itu. Paulus tinggal di rumah keluarga ini dan bekerja sebagai tukang pembuat kemah sama seperti mereka. Tiap Sabat Paulus mengajar di sinagoge untuk meyakinkan orang Yahudi dan Yunani bahwa Yesus adalah Mesias dan keselamatan ada dalam Yesus (ayat 1-5). Banyak orang Yahudi yang menolak Yesus sebagai Mesias, sehingga Paulus berkomitmen:”Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain.” (ayat 6) Di Korintus, Paulus memenangkan Krispus, kepala sinagoge dan orang seisi rumahnya serta banyak orang Korintus yang memberi diri mereka dibaptis menjadi Kristen. Paulus tinggal di Korintus selama satu tahun enam bulan (ayat 9-11). Paulus mulai dituduhkan sebagai pengacau kepada gubernur Galio, tetapi tidak direspon (ayat 12-17).

Paulus meninggalkan Korintus dengan disertai oleh Priskila dan Akwila. Paulus meninggalkan Priskila dan Akwila di Efesus. Paulus berbicara di sinagoge dengan orang Yahudi (ayat 19) Paulus tidak mau tinggal lebih lama di Efesus dan meneruskan perjalanannya ke Antiokhia, Galatia dan Frigia (ayat 20-23)

Di Efesus datanglah pemberita injil orang Yahudi yang bernama Apolos, seorang yang luar biasa, namun kedalaman iman Kristennya perlu dilengkapi oleh Priskila dan Akwila (ayat 24-28)

Tuhan memunculkan pemberita injil lebih banyak lagi: Bukan hanya Paulus, tetapi ada Silas, Timotius, ada Priskila dan Akwila serta ada Apolos yang luar biasa tersebut.


Ya, Tuhan Yesus, tambahkanlah jumlah bilangan orang-orang yang setia dan bersemangat dalam pemberitaan injil. Amin.