PELIMPAHAN WEWENANG PENGGGEMBALAAN PADA JEMAAT SETEMPAT

18 Juli 2017 oleh Pdt. Herman Soekahar, M.Th

church event

Baca Sekarang : KISAH 20: 17-28


Setelah jumlah jemaat Tuhan bertambah banyak dan pelayanan Gereja bertambah luas jangkauannya; maka pelayanan Gereja tidak dapat dimonopoli oleh seorang saja. Sekalipun orang tersebut adalah orang yang hebat. Dalam awal permulaan pelayanan, Gereja mungkin akan bergantung pada seorang pemimpin saja, bukan pada team pemimpin atau team pelayanan. Namun, setelah pelayanan membesar, meluas dan semakin rumit, tanggung jawab pelayanan harus dibagikan dan dilimpahkan kepada orang-orang yang dapat dipercaya dan mampu memikul tanggung jawab tersebut supaya pelayanan semakin meluas.

Paulus tidak sempat singgah di Efesus karena harus berburu dengan waktu agar sudah sampai di Yerusalem pada Hari Raya Pentakosta. Paulus mengutus orang Melitus untuk mengundang para penatua Jemaat Efesus datang ke Melitus bertemu dengan Paulus karena ada hal-hal penting yang akan disampaikan oleh Paulus kepada para penatua Jemaat Efesus tersebut (ayat 17-18).

Paulus bersaksi bahwa dia telah memberikan teladan dan contoh kehidupan nyata tatkala dahulu melayani di Efesus. Paulus melayani dengan rendah hati, mencucurkan air mata, siap mati bagi Kristus, memberikan apa yang berguna bagi Jemaat, mengajar dengan tekun, hidupnya bersih tak bersalah pada Tuhan dalam tanggung jawabnya menginjili (ayat 19-27).

Paulus berpesan agar para penatua Jemaat Efesus tersebut menjaga dirinya, dan menjaga kawanan domba Allah. Mereka ditetapkan oleh Allah menjadi penilik dan penjaga iman serta kerohanian jemaat dari pengajaran sesat dan dari menginggalkan Kristus karena himpitan penderitaan. Paulus telah memberikan keteladanan imannya di Efesus selama 3 tahun pelayanan di sana (ayat 28-31) Paulus tak pernah menginginkan emas dan perak sebagai imbalan pelayanannya, dia bekerja keras untuk mencukupkan kebutuhan hidupnya dan rekan-rekannya. Paulus memegang prinsip:”Terlebih berkat memberi dari pada menerima.”(ayat 28-35)

Paulus menyerahkan para penatua Jemaat Efesus kepada Tuhan, Paulus berlutut berdoa bersama mereka. Mungkin, saat itu adalah perjumpaan terakhir dengan Paulus karena Paulus mungkin akan terbunuh dalam pelayanannya di Yerusalem (ayat 32, 36-38)

Paulus telah membagikan kewibawaan dan otoritas pelayanannya kepada para penatua Jemaat Efesus, agar Jemaat Efesus terpelihara imannya melalui pelayanan para penatua tersebut.


Ya, Tuhan Yesus, berikan otoritas dan kemampuan pada saudara-saudari yang telah dipercaya untuk menggembalakan Umat Kristus dan mengembangkan pelayanan bagi Kristus. Amin.