KOMITMEN KUAT UNTUK MEMBERITAKAN INJIL KRISTUS

19 Juli 2017 oleh Pdt. Herman Soekahar, M.Th

church event

Baca Sekarang : KISAH 21: 1-14


Ketika injil Kristus yang murni itu diberitakan dengan kesungguhan hati, Kristus akan hadir secara nyata dengan tanda-tanda mukjijat-Nya. Dalam konteks ini, dituntut adanya kesetiaan dan kerelaan serta keberaniannya untuk berkorban demi Kristus dan pemberitaan injil. Rasul Paulus bertindak pada jalur ini.

Setelah berlayar meninggalkan Miletus, menyeberang ke Fenisia, Siprus, Siria dan akhirnya sampai di Tirus. Paulus tinggal di Tirus 7 hari sementara kapal yang ditumpangi bongkar muatan. Ada murid Kristus yang mendapatkan bisikan Roh supaya Paulus jangan ke Yerusalem. Paulus akan tetap mengarahkan perjalanan misinya ke Yerusalem. Paulus bersama jemaat yang ada di Tirus berdoa bersama di pantai lalu berpisah dengan Paulus (ayat 1-6)

Dari Tirus, berlayar menuju Ptolemais dan akhirnya tiba di Kasaria. Paulus tinggal di rumah Filipus, diaken Yerusalem. Empat anak gadis Filipus bernubuat tentang Paulus. Nabi Agabus yang mengikat kaki dan tangannya sendiri dengan ikat pinggang Paulus juga bernubuat tentang apa yang akan dialami oleh Paulus di Yerusalem:”Yang punya ikat pinggang ini akan diikat oleh orang Yahudi di Yerusalem dan akan diserahkan pada bangsa-bangsa lain”. Mendengar nubuatan itu murid-murid di Kaisaria meminta Paulus jangan ke Yerusalem (ayat 7-12)

Paulus menegur murid-murid di Kaisaria:”Mengapa kamu menangis menghancurkan hatiku… aku rela mati di Yerusalem karena nama Tuhan Yesus. Karena Paulus tidak mau menerima nasihat para murid di Kaisaria, maka mereka menyerahkan Paulus dan pelayanannya pada kehendak Tuhan (ayat 13-14).

Tekad dan komitmen Paulus untuk memberitakan injil di Yerusalem, tak berubah dan tak dapat dihalangi sekalipun oleh pernyataan dari Roh Kudus. Dia siap berkorban menanggung semua penderitaan demi pemberitaan injil, memberitakan bahwa Yesus Kristus adalah Mesias.


Ya, Tuhan Yesus, tolonglah Hamba-hamba-Mu yang memberitakan injil-Mu, agar berani dan rela berkorban demi Kristus. Amin.