DITOLONG OLEH TUHAN KETIKA DALAM ANCAMAN BAHAYA

20 Juli 2017 oleh Pdt. Herman Soekahar, M.Th

church event

Baca Sekarang : KISAH 21: 15-40


Pemberitaan injil Kristus sering memperhadapkan manusia dengan bahaya yang mengancam diri si pemberita, karena pemberitaan injil itu merupakan suatu upaya melepaskan manusia dari belenggu dosanya, tahyul dan tradisi serta kuasa gelap yang mengikat dirinya melalui kuasa di dalam nama Tuhan Yesus Juruselamat dunia ini. Paulus tahu akan konsekuensi ini, Roh Kudus pun telah menyatakan padanya bahwa pemeberitaan injil ke Yerusalem yang dilakukannya akan membawa Paulus dalam bahaya ini. Paulus tahu itu. Namun Paulus tidak gentar dengan semua konsekuensi tersebut. Maka Tuhan pun tahu bagaimana harus melindungi Paulus.

Paulus bersama orang yang menemaninya berangkat ke Yerusalem, menginap di rumah Manason dari Siprus. Paulus dan rekan-rekannya mengunjungi Yakobus dan semua penatua juga hadir disitu. Paulus men-sharingkan pelayanannya di antara bangsa-bangsa lain. Beribu-ribu orang Yahudi telah menjadi percaya kepada Kristus (ayat 15-20).

Orang-orang Yahudi marah terhadap Paulus karena telah dianggap menentang bangsa Yahudi, menentang hukum Taurat, dan Bait Allah (ayat 28). Maka murid Kristus di Yerusalem membuat suatu strategi, untuk menyatakan bahwa Paulus tidak melakukan apa yang dituduhkan padanya (ayat 22-27, 29). Dalam huru-hara yang terjadi, mereka berniat membunuh Paulus, tetapi prajurit dan perwira Romawi menyelamatkan dia (ayat 30-40).

Ada konsekuensi bahaya yang mengancam keselamatan si pemberita injil, namun Tuhan tahu menyelamatkan hamba-hamba-Nya sebelum waktunya mati bagi injil dan karena injil itu sampai.


Ya, Tuhan Yesus, kuatkanlah iman para misionari dan selamatkanlah mereka dari bahaya yang mengancam nyawanya, jika waktunya untuk mati bagi pemberitaan injil itu belum sampai. Amin.