MEMAKAI KECERDASAN LOGIKA DALAM PEKABARAN INJIL

22 Juli 2017 oleh Pdt. Herman Soekahar, M.Th

church event

Baca Sekarang : KISAH 23:1-11


Banyak anak-anak Tuhan yang salah memahami hal beriman pada Kristus, dengan beranggapan: “Pantang bagi anak-anak Tuhan yang beriman untuk menyelesaikan masalah hidupnya dengan menggunakan kecerdasan berpikirnya”. Bagaimana merespon pandangan ini? Kita harus menyadari, adakalanya tindakan beriman kepada Tuhan Yesus itu harus diwujudkan dalam tindakan yang selaras dengan logika berpikir kita, tetapi adakalanya itu bertentangan dengan logika berpikir kita, namun adakalanya itu jauh lebih tinggi melampaui logika berpikir kita.

Dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya, Paulus menggunakan solusi yang selaras dengan akal budinya; bagaimana memecah konsentrasi masa yang berfokus menyerang dirinya berkaitan dengan iman kepercayaannya di hadapan Mahkamah Agama Yahudi waktu itu.

Paulus dihadapkan pada Mahkamah Agama Yahudi untuk dimintai keterangannya. Dalam kesempatan itu Paulus bersaksi tentang pengalaman hidupnya bersama dengan Kristus dengan penekanan bahwa dia hidup dengan hati nurani yang murni dihadapan Allah (ayat 1) Ketika Imam Besar Ananias berlaku sewenang-wenang sebagai pimpinan agama, Paulus berani membela haknya sesuai dengan Hukum Taurat (ayat 2-5). Mahkamah Agama Yahudi itu berupaya memojokkan Paulus sebagai orang yang patut dihukum karena imannya kepada Kristus.

Paulus melihat kemungkinan celah untuk membuyarkan konsentrasi massa; karena di sana ada orang Farisi dan orang Saduki yang pandangan imannya berbeda: Orang Saduki tidak percaya adanya kebangkitan orang mati dan tidak percaya akan adanya roh ataupun malaikat. Orang Farisi percaya akan adanya kebangkitan orang mati dan percaya akan adanya roh dan malaikat (ayat 6)

Paulus bersaksi bahwa dirinya adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi yang percaya dan mengharapkan akan hari kebangkitan orang mati tersebut.”Mengapa untuk keyakinan imanku ini, aku harus dihakimi?” (ayat 7-8). Golongan orang Farisi membebaskan Paulus (ayat 9). Buyarlah konsentrasi Mahkamah Agama Yahudi yang mau mengadili Paulus. Paulus diselamatkan oleh pasukan Romawi dan dibawa ke markas (ayat 10) Tuhan menguatkan Paulus supaya dia akan berani juga bersaksi di Roma (ayat 11).

Anda dapat memperkenalkan injil Kristus dengan menyampaikan berita yang selaras dengan akal budi manusia, atau fakta yang bertentangan dengan akal budi manusia atau kebenaran yang jauh tinggi melampaui akal budi manusia. Tuhan dapat berkarya melalui beberapa kemungkinan tersebut menurut kedaulatan-Nya. Taatilah pimpinan Tuhan.


Ya, Tuhan Yesus, tolonglah para pemberita injil agar dapat menyampaikan berita keselamatan di dalam Kristus seturut dengan pimpinanMu dan kedaulatanMu. Amin