DIBERI KESEMPATAN UNTUK MEMBERITAKAN INJIL SEKALIPUN SEBAGAI TAHANAN

24 Juli 2017 oleh Pdt. Herman Soekahar, M.Th

church event

Baca Sekarang : KISAH 24:1-27


Paulus yang semangatnya berkobar-kobar untuk memberitakan injil Kristus selalu diberikan peluang oleh Tuhan untuk bersaksi tentang Kristus yang mengubah hidupnya.

Dengan kawalan pasukan Romawi, Paulus dibawa kepada Feliks, wali negeri di Kaisaria untuk dihakimi di Kaisaria. Setelah 5 hari kemudian datanglah Imam Besar Ananias dan tua-tua Yahudi serta Tertulus, sang pengacara dari Yerusalem untuk menjumpai Feliks dan menyampaikan tuduhannya atas diri Paulus. Paulus dituduh sebagai penyebab kekacauan di antara orang Yahudi dan sebagai tokoh dari sekte Nazrani, pelanggar ketentuan Bait Allah, yang ditangkap untuk dihakimi sesuai dengan hukum Taurat (ayat 1-6) Pasukan Lisias merebut Paulus dari tangan orang Yahudi dan membawanya kepada Feliks (ayat 7-9)

Paulus diberikan kesempatan berbicara untuk menyatakan siapa dirinya dalam pandangannya dan dalam pandangan orang Yahudi waktu itu. Dalam kesempatan itu Paulus mengabarkan injil pada Feliks juga (ayat 10-21). Ketika Feliks menunda proses pengadilan atas diri Paulus untuk menunggu datangnya Pasukan Lisias, Paulus ditahan dalam tahanan ringan, yang boleh dikunjungi dan tentunya berkesempatan untuk memberitakan injil baik pada orang-orang yang mengunjunginya di tempat penahanan, maupun di hadapan Feliks dan isterinya Drusila yang mengundangnya untuk bersaksi (ayat 22-27)

Paulus berpeluang untuk mengabarkan injil di Kaisaria sekalipun dalam penahanan dibawah pengawasan Feliks, wali negeri. Tuhan yang memberikan peluang tersebut.


Ya, Tuhan Yesus, tolonglah setiap anak-anakmu yang berpeluang untuk mengabarkan injil, supaya dapat memanfatkan secara efektif kesempatan tersebut bagi penginjilan. Amin