DIBERIKAN KESEMPATAN MENGABARKAN INJIL DI KALANGAN ATAS

25 Juli 2017 oleh Pdt. Herman Soekahar, M.Th

church event

Baca Sekarang : KISAH 25:1-27


Injil Kristus dan pengalaman bersama Kristus yang mengubah kehidupan tersebut harus diberitakan pada orang-orang sederhana maupun terpelajar, pada orang miskin maupun orang kaya, pada rakyat jelata maupun pejabat negara.

Persidangan atas diri Paulus yang menjadi tangung jawab wali negeri Kaisaria dari jamannya Feliks hingga penggantinya, Festus, masih dalam proses penyelesaiannya. Festus berangkat dari Kaisaria ke Yerusalem. Tinggal disana 10 hari. Imam-imam kepala orang Yahudi dan orang-orang Yahudi menjumpainya dan mengusulkan agar Paulus diadili oleh Festus di Yerusalem.

Festus tidak menyetujui usulan mereka. Orang-orang Yahudi yang mempunyai dakwaan pada Paulus dipersilahkan datang ke Kaisaria (ayat 1-7) Dalam kesempatan membela dirinya, Paulus bersaksi bahwa dia tidak bersalah terhadap Hukum Taurat, Bait Allah maupun pada kaisar (ayat 8).

Paulus siap untuk menerima hukuman yang setimpal, bahkan hukuman mati kalau dia memang terbukti bersalah, jika tidak bisa dibuktikan bahwa Paulus bersalah yang patut terima hukuman mati maka dia mau naik banding ke pengadilan kaisar (ayat 9-12)

Beberapa hari kemudian Raja Ageripa dan Bernike mengadakan perkunjungan kerja ke Kaisaria ke rumah Festus. Festus men-sharingkan perkara hangat tersebut terkait dengan pengadilan atas diri Paulus yang akan naik banding kepada kaisar (ayat 14-21). Raja Ageripa tertarik untuk mendengar kesaksian Paulus (ayat 22-27)

Dalam kedaulatan Tuhan, Paulus diberikan kesempatan untuk bersaksi terkait dengan injil Kristus dan karya Kristus yang mengubah hidupnya. Paulus bersaksi dihadapan Felik, raja Ageripa dan Bernike, serta orang-orang yang menghadiri persidangan tersebut.


Ya, Tuhan Yesus, berikanlah kesempatan agar injil Kristus diberitakan pada para pejabat negara dan orang-orang yang berotoritas untuk mengambil keputusan dalam suatu negara. Amin