PAULUS MEMBERIKAN PANGGILAN DAN TANTANGAN SETELAH DIA MENYAMPAIKAN BAHWA YESUS ADALAH MESIAS

26 Juli 2017 oleh Pdt. Herman Soekahar, M.Th

church event

Baca Sekarang : KISAH 26: 1–32


Pemberitaan injil tidak hanya disampaikan dalam informasi ceritera pengalaman hidup bersama Kristus, lalu terserah pada respon masing-masing yang telah mendengarnya. Tetapi terkadang perlu disampaikan dengan perdebatan, argumentasi, apolegetika membuktikan kebenaran yang diyakini tersebut dan menantang serta mengundang mereka yang telah mendengar kesaksian injil untuk menerima Yesus sebagai mesias dan juruselamat pribadi nya.

Dalam persidangan untuk mengadili Paulus dihadapan raja Ageripa, Bernike dan Festus, sang walinegeri, serta imam kepala dan tokoh agama Yahudi yang mengajukan tuntutan pada Paulus; Paulus diberikan kesempatan untuk membela diri atas tuduhan yang disampaikan padanya (ayat 1). Paulus menyambut baik kesempatan itu (ayat 2-3). Paulus bersaksi bahwa orang Yahudi kenal dia sebagai orang dari mazhab Farisi yang paling keras (ayat 4-5). Tapi kini dihadapkan dalam pengadilan karena alasan pengharapan akan mesias yang dijanjikan oleh Allah kepada 12 suku Israel. Mesias itu adalah Yesus dari Nazaret (ayat 6-9). Dialah Mesias yang harus menderita, Dia yang pertama kali dibangkitkan dari kematian. Ia akan menjadi terang bagi bangsa-bangsa (ayat 23)

Sebelum Paulus mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus, Mesias itu; Paulus dengan keras menentang Kristus dan para pengikutnya, dia memerintahkan untuk memenjarakan dan membunuh para pengikut Kristus, Mesias itu. Sampai pada suatu saat dia bertobat karena pengalaman perjumpaannya dengan Kristus yang ditentangnya (ayat 10-18)

Terkait dengan pernyataan Allah bahwa Yesus adalah Mesias. Terhadap pengalaman rohaninya dengan Kristus yang pernah ditentangnya dan panggilan serta pengutusan Kristus atas dirinya, Paulus bersaksi bahwa dia tidak pernah tidak taat (ayat 19). Paulus menekankan bahwa semua orang harus tobat, balik pada Allah dan melakukan pekerjaan sesuai dengan pertobatan itu (ayat 20).

Festus menegur Paulus sebagai orang gila karena kebanyakan ilmunya, tetapi Paulus membantah dengan berkata bahwa dia menyampaikan kebenaran dengan pikiran sehat (ayat 24-25). Paulus menantang raja Ageripa untuk berespon terhadap kebenaran bahwa Yesus adalah Mesias itu. Raja Ageripa berkomentar:”Hampir-hampir saja kamu yakin kan aku untuk menjadi seorang Kristen?” (ayat 26-28). Sidang pengadilan itu menyimpulkan bahwa Paulus tidak bersalah sehingga harus dihukum mati (ayat 29-32)

Pada akhirnya sang pemberita injil perlu memberikan tantangan pada mereka yang telah mendengar kabar baik tentang Yesus adalah Mesias, juruselamat dunia; tantangan untuk percaya dan menyerahkan dirinya pada Yesus sang Mesias itu.


Ya, Tuhan Yesus, biarlah orang-orang yang telah mendengar kabar baik tentang namaMu, akan bertobat ketika ditantang untuk menerima-Mu sebagai Juruselamat dan mau menjadi pengikut-Mu. Amin