HARUS BIJAKSANA DALAM MENYIKAPI PERNYATAAN TUHAN

28 Juli 2017 oleh Pdt. Herman Soekahar, M.Th

church event

Baca Sekarang :KISAH 27: 26-41


Tuhan telah menyatakan diri melalui malaikatNya kepada Paulus dan menunjukan apa yang bakal terjadi: Kapal akan tenggelam dan barang-barang dalam kapal akan dibuang, namun tak ada penumpang kapal yang binasa tenggelam. Setelah mendengar dan mempercayai pernyataan Tuhan tersebut, orang dalam kapal itu harus bijaksana dalam merespon apa yang bakal terjadi.

Kapal perlu diarahkan minggir mendekat pada daratan: dari kedalaman 20 depa menuju ke tempat yang lebih dangkal, yaitu pada ke dalaman 15 depa (ayat 28-29). Paulus berdoa dan menyuruh penumpang kapal itu makan walaupun dalam ketakutan, karena sudah 14 hari terombang-ambibng tak jelas arah dan tujuan di laut. Mereka makan supaya tubuhnya kuat ketika harus terapung-apung dan berenang di laut tersebut (ayat 33-36). Akhirnya nahkoda kapal itu menabrakkan kapal pada busung pasir, supaya haluan kapal terpancang tidak dapat bergerak terhanyut dan buritan kapal itu hancur diterpa ombak (ayat 39-41). Karena sudah semakin dekat dengan daratan maka penumpang kapal sebanyak 276 jiwa itu harus berenang dan berpegangan pada pecahan papan kapal tersebut agar dapat sampai kepantai dengan selamat.

Hikmat untuk mengerti bagaimana mengaplikasikan pernyataan Tuhan dalam kehidupan riil, merupakan bagian penting agar kita dapat mengalami pertolongan Tuhan secara nyata.


Ya, Tuhan Ysus, berikanlah hikmat bagi anak-anak-Mu setelah mengerti dengan jelas pernyataan Tuhan baginya, biarlah mereka dapat merespon dan mengaplikasikan itu dalam kehidupannya secara tepat. Amin