MUKJIJAT PENYERTAAN TUHAN YESUS MENJADI KESEMPATAN UNTUK MEMBERITAKAN INJIL

29 Juli 2017 oleh Pdt. Herman Soekahar, M.Th

church event

Baca Sekarang : KISAH 28:1-15


Dua ratus tujuh puluh enam orang penumpang kapal telah selamat dari kapal yang pecah diterpa gelombang seperti yang dinyatakan oleh Paulus atas petunjuk malaikat Tuhan. Para penumpang kapal itu telah sampai di daratan pulau Malta (ayat 1). Penduduk setempat menyambut mereka di pulau tersebut. Karena hujan turun dan dingin maka mereka mengumpulkan kayu membuat api untuk berdiang. Ketika Paulus mencari kayu api, ada seekor ular beludak yang sangat berbisa itu menggigit tangannya (ayat 2-3)

Penduduk pulau Malta berkomentar:”Pasti, dia penjahat, pembunuh, walaupun telah selamat dari bahaya laut, dia tidak akan selamat dari Dewi Keadilan”. Paulus mengibaskan ular yang menggigitnya tetapi Paulus tidak mati. Maka mereka menganggap Paulus itu dewa. (ayat 4-6) Penduduk pulau itu mengetahui bahwa Tuhan yang menyertai Paulus itu luar biasa.

Paulus disambut untuk tinggal dikediaman Gubernur Publius selama 3 hari (ayat 7). Ayah dari Publius sakit. Paulus mendoakannya dan menyembuhkannya; lalu banyak orang sakit dipulau itu dibawa kepada Paulus untuk didoakan, mereka disembuhkan di dalam nama Yesus (ayat 8-9). Pelayanan pekabaran injil terjadi lewat mukjijat penyembuhan tersebut. Pelayaran dilanjutkan menuju ke Regium, dan ke Putioli (ayat 10-15)

Pemberitaan injl terkadang harus disampaikan dengan kehadiran Kristus secara nyata melalui mukjijat yang dilakukan oleh hamba-hambaNya di dalam nama Yesus Kristus.


Ya, Tuhan Yesus, kiranya tanda-tanda heran mukjijat-Mu yang menyertai hamba-hamba-Mu dalam pekabaran injil, akan membawa lebih banyak lagi orang pada Kristus. Amin