SEORANG TAHANAN YANG TERUS MEMBERITAKAN INJIL KRISTUS

30 Juli 2017 oleh Pdt. Herman Soekahar, M.Th

church event

Baca Sekarang : KISAH 28:16-31


Memanfaatkan setiap kesempatan yang Tuhan berikan untuk memberitakan injil Kristus menjadi pola dan gaya hidup Paulus. Bukan hanya sekedar memberitakan injil supaya yang telah diinjili percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi juga merancang jangka panjang agar orang-orang yang menerima injil Kristus tersebut akan terpelihara imannya dalam gereja lokal yang ada atau di tempat tersebut mulai didirikan jemaat baru.

Paulus sebagai tahanan yang akan di hadapkan pada pengadilan kaisar telah sampai di kota Roma. Dia tinggal di rumah sendiri dengan dikawal oleh prajuruit Roma (ayat 16). Paulus melakukan pendekatan kepada orang-orang Yahudi yang berpengaruh di Roma. Paulus menjelaskan perkaranya; dia menghadap pada kaisar bukan untuk mengadukan bangsanya (ayat 17-21). Para pembesar Yunani juga ingin mendengarkan kesaksian Paulus hingga dibawa ke pengadilan kaisar di Roma. Mereka ingin tahu tentang mazhab baru yang Paulus ikuti. Paulus mengundang mereka datang ke tempat dia tinggal sebagai tahanan. Di sanalah orang silih berganti datang untuk mendengar pengajaran Paulus tentang Kerajaan Allah berdasarkan Kitab Para Nabi dan Hukum Musa. Paulus berusaha menyakinkan mereka bahwa Yesus adalah Mesias itu (ayat 22-29). Paulus tinggal 2 tahun di Roma di rumah yang disewanya sendiri (ayat 30-31)

Setelah semangat pekabaran injil itu menjadi gaya hidup seseorang, dalam kondisi dan situasi apapun orang akan berupaya mengambil kesempatan untuk memberitakan injil itu.


Ya, Tuhan Yesus, tolonglah agar setiap orang yang telah menerima Kristus sebagai juruselamat pribadinya, dia akan menjadikan pemberitaan injil sebagai gaya hidupnya. Amin