WANITA BERDOSA YANG MENDAPAT PENGAMPUNAN

01 Juni 2017 oleh Bpk. Thung Shang U

church event

Baca Sekarang : Lukas 7: 36-50


Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni." – Lukas 7: 48

Injil Lukas 7: 36-50 mencatat seorang wanita berdosa yang mendapat pengampunan. Dalam alinea ini ada tiga tokoh cerita masing-masing memberi kita satu kebenaran penting. 1] Tuhan Yesus berkuasa mengampuni dosa. Ketika perempuan ini datang kepada Yesus dengan sikap dan perbuatan untuk menyatakan kedukaan dan penyesalan yang amat dalam karena dosanya, Tuhan Yesus berkata kepada perempuan ini: “Dosamu telah diampuni.” Mereka yang duduk makan bersama Dia berpikir dalam hati mereka: “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?” Benar! Di dunia ini selain Yesus tidak ada orang lain yang bisa mengampuni dosa. Dari zaman Yesus hingga sekarang, tetap banyak orang yang tidak mengenal Yeus, tidak percaya Yesus adalah Allah, mereka melontarkan tuduhan palsu, saksi dusta untuk menjerat Dia (Mat 26:59; Mar 14: 55-56), menghina Dia (Mat 12: 24; Luk 11: 15). Lebih lagi di akhir zaman ini, iblis tahu kesudahannya sudah dekat, semakin memperhebat siasatnya, memakai orang yang bakal binasa mengarang cerita bohong, film, memutar balikkan fakta untuk menghujat Yesus, menyangkal keilahianNya, menyesatkan banyak orang supaya ikut binasa bersama dia. Waspadalah anak-anak Tuhan! Rajin baca Alkitab, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus (baca surat Yudas 20-21), sehingga kita tidak diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angina pengajran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan (Ef 4:14). 2] Perempuan yang berduka cita karena perbuatan dosanya. Perempuan ini tahu dia adalah orang berdosa yang butuh pengampunan dari Yesus untuk mengobati penderitaan batin karena teguran hati nurani, maka ketika dia mendengar Yesus sedang makan di rumah Simon orang Farisi, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi, sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kakiNya, lalu membasahi kakiNya dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, mencium kakiNya dan meminyakinya dengan minyak wangi. Satu tindakan dan perbuatan yang mengungkapkan kedukaan dan penyesalan yang amat dalam karena dosanya, menyatakan rasa hormat dan kasih yang besar kepada Yesus dengan sikap penyembahan yang sangat mengharukan. Berbeda dengan kita, suka telat datang mengikuti kebaktian, berbisik-bisik ke kiri-kanan, kirim sms saat kebaktian berlangsung, hadir dalam pertemuan ibadah hanya secara formalitas saja, semoga Tuhan mengampuni kita. 3] Orang Farisi yang menganggap dirinya benar. Ketika perempuan berdosa ini berdiri di belakang Yesus, menangis dekat kakiNya. Orang Farisi memandang dengan tatapan yang penuh kebencian dan penghinaan, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamahNya ini, ia adalah seorang berdosa.” Orang Farisi menganggap dirinya suci, hanya dia layak menyambut Yesus, perempuan ini adalah wanita yang najis, tidak layak hampiri Yesus apalagi mencium kakiNya. Orang Farisi ini hanya melihat dosa perempuan ini tapi tidak melihat dosa kesombongannya sendiri, dia mengundang Yesus makan mungkin hanya ingin pamer atau ingin mencari kesalahan Yesus untuk menjeratNya bukan karena kesungguhan hati (Mat 22: 15; Mar 12: 13-14) karena dia menganggap dirinya benar, sesungguhnya tidak perlu Yesus (Luk 5: 27-32). Hari ini, banyak orang tidak mau percaya Yesus, salah satu sebab juga karena tidak merasa dirinya ada salah, sehingga kehilangan kesempatan untuk menerima anugerah keselamatan, sangat disayangkan.

Puji Tuhan, kita beroleh keselamatan karena dosa kita telah diampuni, mari kita mau seperti perempuan ini, nyatakan rasa hormat dan terima kasih kita dengan sikap penyembahan yang sungguh-sungguh.


Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah mengampuni dosa dan kesalahan kami. Amin