MANUSIA BATINIAH YANG TERUS DIBAHARUI

02 Juni 2017 oleh Bpk. Thung Shang U

church event

Baca Sekarang : 2 Kor 4: 16; Kis 24: 16


Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. – 2 Kor 4: 16

Dihadapan wali negeri Feliks, Rasul Paulus bicara panjang lebar dengan alasan-alasan cukup membantah tuduhan yang memutar balikkan kenyataan yang dilontarkan oleh imam besar Ananias dan pengacaranya. Dalam bantahannya, Paulus berkata: “Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.” (Kis 24: 16). Dengan hari nurani yang murni, setiap perkataan Paulus yang serius dan benar, membangkitkan rasa kagum dan hormat bagi setiap yang dengar, membuat imam besar dan pengacara bungkam dalam seribu bahasa.

Apa itu hati nurani? Surat Roma 2: 14-15 berkata: “Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.” Dua ayat Firman Tuhan ini memberitahu kepada kita, hati nurani adalah hukum Taurat yang Tuhan tuliskan di dalam hati manusia, supaya manusia bisa membedakan baik dan jahat, kalau berbuat dosa akan ditegur oleh hati nuraninya sendiri. Seperti perempuan di Injil Lukas 7: 36-38 berdukacita karena dosanya, raja Daud juga ada pengalaman yang sama (Maz 6: 32; 38).

Kalau memang begitu, mengapa setiap hari di Koran; di tv, masih banyak berita kriminal dan macam-macam kejahatan, masakah mereka tidak ada hati nurani? Lebih ironis lagi, imam besar yang mengaku dirinya taat dan pelaku Taurat, menjunjung tinggi Taurat, sampai-sampai tidak menghiraukan hukum Taurat yang ada dalam hati, menyuruh orang menampar Paulus (Kis 23: 1-3) dan membawa tua-tua juga pengacara mengajukan tuduhan palsu untuk mencelakakan Paulus, apakah mereka tidak ada hati nurani? Ada! Tapi hati nurani mereka sudah mati karena dendam, mereka sangat marah kepada Paulus, berusaha membunuh Paulus (Kis. 23: 12-15), menganggap Paulus sebagai penyakit sampar yang berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan bertentangan dengan hukum Taurat (Kis 18: 13). Hari ini, dendam; perseteruan; perselisihan; iri hati; amarah; ketamakan; kepentingan diri sendiri; bermacam-macam dosa telah mematikan hati nurani manusia, sehingga tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Sama seperti cermin tidak dapat dipakai untuk mengaca karena ditutupi debu.

Bagaimana dapat mengembalikan fungsi hati nurani manusia? Percaya Tuhan Yesus! Dia mati di kayu salib karena dosa manusia, darahNya yang mahal penuh kuasa untuk menghapus segala dosa manusia (Yes 1: 18b) Membuat hati nurani manusia seperti cermin kotor yang sudah dibersihkan sehingga bisa berfungsi lagi, dan mau terus diperbaharui oleh Firman Tuhan seperti doa pemazmur di Mzm 119: 11: “Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” Biar Firman Tuhan senantiasa menghapus ‘debu-debu’ yang ada di hati nurani kita. Hanya orang yang mau menyimpan Firman Tuhan di dalam hati dan merenungkannya siang dan malam (Mzm 1: 2) batiniahnya akan dibaharui dari hari ke hari (2 Kor 4: 16b) sanggup mematikan segala sesuatu yang bersifat duniawi, sehingga dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Roma 12: 2b)


Ya Tuhan Yesus, ajarkanlah kami untuk lebih percaya kepada-Mu agar hati nurani kami bisa berfungsi lagi dan bimbing kami untuk ma uterus diperbaharui oleh Firman Tuhan. Amin