KASIH YANG SEMULA

03 Juni 2017 oleh Bpk. Thung Shang U

church event

Baca Sekarang : Wahyu 2: 4-5


Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. – Wahyu 2: 5

Banyak suami-isteri yang saling ucapkan janji akan mengasihi pasangannya untuk selama-lamanya saat upacara pernikahan berlangsung tidak tahan diuji oleh waktu. Cinta mereka yang semula lambat-laun menjadi pudar seiring berlalunya waktu, ikrar teguh dalam percintaan saat pacaran sudah lupa sama sekali.

Tuhan Yesus menegur jemaat Efesus melalui surat yang ditujukan kepada mereka, katanya: “Namun demikian aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” (Wahyu 2: 4).

Hari ini, tidak sedikit anak Tuhan, ketika mereka baru percaya, betapa dalam dan tulus kasih mereka kepada Tuhan, rajin dan semangat melayani di berbagai persekutuan, tapi lama kelamaan, kasihnya kepada Tuhan berangsur-angsur surut, dulu rajin mengikuti persekutuan-persekutuan, giat mendukung pekerjaan sel grup sebagai sarana utama pembinaan iman jemaat dan pekabaran Injil, tapi sekarang seperti jemaat di Laodikia, tidak dingin dan tidak panas (Wahyu 3: 14-16), hanya hari Minggu saja hadir mengikuti kebaktian untuk menjalankan kewajiban sebagai seorang anggota, untuk kegiatan persekutuan yang lain, sorry ya!

Mengikut Tuhan; melayani Tuhan adalah perkara seumur hidup hingga pulang ke rumah Bapa, bukan seperti pegawai negri boleh pensiun. Melayani Tuhan juga seperti atlet lari marathon, bukan lari cepat 100/200 meter saja. Tuhan Yesus menegur jemaat Efesus: “Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” (Wahyu 2: 5). Ini satu peringatan keras, karena jemaat Efesus telah meninggalkan kasih semula mereka kepada Tuhan, apa yang mereka kerjakan menjadi tidak berarti, mungkin hanya karena nama; kedudukan atau ingin pamer atau karena sudah ditugaskan. Sia-sialah pelayanan semacam ini, karena yang Tuhan kehendaki dasar melayani adalah karena mengasihi Dia, pelayanan yang demikian baru bisa langgeng hingga akhir hidup dan diterima Tuhan.

Senantiasa ingat kasih pengorbanan Tuhan Yesus yang sudah Ia berikan kepada kita di atas kayu salib; selalu merasakan berkat dan anugerahNya yang tidak putus-putus dalam kehidupan kita hari lepas hari; Dia tolong waktu kita susah; Dia hibur waktu kita putus asa dan berduka; Dia beri kekuatan waktu kita sedang lemah; Dia menyembuhkan waktu kita sakit; Dia sabar mendengar curhat kita kepadaNya ketika kita susah hati. Biar kasih Allah selalu dicurahkan ke dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita (Roma 5: 5), kasih Kristus menguasai kita (2 Kor 5: 14) supaya kita boleh terus-menerus mengasihi Dia, mendukung pekerjaan Tuhan di dalam gereja kita.


Ya, Tuhan Yesus, ajarkan kami untuk selalu ingat akan pengorbananMu di kayu salib agar kami selalu senantiasa mengasihi Engkau. Amin