LAKUKAN SESUATU BAGI SESAMA ADALAH SAMA MELAKUKAN BAGI TUHAN

04 Juni 2017 oleh Bpk. Thung Shang U

church event

Baca Sekarang : Matius 25: 34-40


Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. – Matius 25: 40

Saat menjelang kematian Tuhan Yesus di kayu salib karena menanggung dosa manusia, Dia memberitahu kepada murid-muridNya, ketika Dia datang kedua kalinya untuk menghakimi semua bangsa, Dia akan memisahkan orang benar yang melayani sesama saat dalam kekurangan dan orang yang tidak mempunyai hati belas kasihan kepada sesama yang miskin. Orang benar yang murah hati dimasukkanNya ke dalam hidup yang kekal, orang yang berhati batu dimasukkanNya ketempat siksaan yang kekal. Karena orang benar yang mruah hati, mereka telah melakukan sesuatu yang baik bagi seorang saudara adalah sama melakukan bagi Tuhan (Mat 25: 34-40) firman Tuhan ini memberitahu kepada kita, ibadah orang Kristen yang paling dasar ada dua bagian yang sama pentig dan tidak dapat dipisahkan, seperti kepingan uang logam yang mempunyai dua sisi. 1. Mengasihi Tuhan dengan segenap hati. Roma 5: 6-8 berkata: “Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” Melalui Kristus Yesus, Allah menyatakan kasihNya kepada kita waktu kita masih berbuat dosa, Kristus Yesus rela mengorbankan nyawaNya di atas kayu salib untuk menyelamatkan kita dari lumpur dosa. KasihNya ajaib, lebar, panjang, tinggi dan dalam melampaui segala pengetahuan dan akal pikir manusia. Karena itu, patutlah kita mengasihi Dia dengan segenap hati. Dengan puji-pujian memuji Dia, dengan Roh dan kebenaran menyembah Dia, melayani Dia, melakukan perkara yang menyenangkan hatiNya --- 2. Mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Tuhan melalui surat Yakobus 1: 27 memberitahu kepada kita: “Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka.” Juga di Amsal 14: 31: “Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia.” dan juga Amsal 19: 17a: “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN.” Tuhan yang empunya bumi dan segala isi di dalamnya, siapa yang layak dan sanggup memiutangi Tuhan? Tapi supaya manusia tahu, Tuhan betapa memihak dan mengasihani orang lemah; papa dan miskin. Karena Tuhan adalah Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda (Mzm 68: 6). Semua ayat di atas memberitahu kepada kita, mengasihi dan menolong sesama kita yang miskin; susah, adalah isi hati Tuhan; kehendak Tuhan, juga perintah Tuhan (Mat 22: 39). Kalau kita sungguh mengasihi Tuhan, pasti kita mau berusaha menyenangkan hatiNya dengan mentaati perintahNya. Selain menyembah Dia dengan Roh dan kebenaran; setia mengikut Dia, kita juga mau belajar mengasihi sesama kita; saudara kita. Memang, pelajaran ini tidak gampang, perlu pengorbanan. Semoga kasih Tuhan Yesus memenuhi hati kita, menguasai kita, memampukan kita untuk mentaati perintah Tuhan ini. Melalui pelayanan kasih ini, membuat kita tambah mengerti isi hati Tuhan dan betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Tuhan Yesus (Ef 3: 18) semakin hari semakin memahami kebenaran perkataan Tuhan Yesus: “Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.”


Ya, Tuhan Yesus, ajarkan kami agar kami bisa lebih mengasihi sesama kami sama seperti Engkau telah mengasihi kami. Amin