TUHAN SUMBER KEKUATAN HIDUP KITA

06 Juni 2017 oleh Bpk. Thung Shang U

church event

Baca Sekarang : Yesaya 40: 29-31


Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. – Yesaya 40: 29

Beberapa tahun lalu mengajar bahasa mandarin, pelajaran yang diajarkan adalah tentang kisah seekor burung walet yang patah kakinya, ia meringkuk di sudut teras merintih kesakitan, cit..cit..cit bunyi rintihan yang mengharukan itu membuat hati pemilik rumah tergerak untuk menolongnya. Dia membawa pulang walet itu, membalut lukanya dengan obat dan setiap hari memberi makan kepadanya. Beberapa lama kemudian, luka walet itu menjadi sembuh, pemilik rumah meletakannya kembali ke atas teras membiarkan ia terbang, tapi walet itu tidak segera terbang, terdengar suara cit..cit..cit dari mulutnya seolah-olah berterima kasih atas pertolongan pemilik rumah ity, kemudian baru terbang pergi berkumpul kembali dengan keluarganya. Pemilik prosa lirik ini mengambil walet sebagai manusia, mengungkapkan kasih yang tulus antar sesama, walet diumpamakan orang yang sedang mengalami tantangan dan kesulitan, perlu mendapat penghiburan dan kekuatan untuk memulihkan semangat dan kekuatannya.

Raja Daud di Mazmur 103, sama seperti burung walet itu, dia menderita sakit, jiwanya tertekan karena dosa. Dia berdoa kepada Tuhan: “Sebab kesalahanku telah menimpa kepalaku; semuanya seperti beban berat yang menjadi terlalu berat bagiku. Luka-lukaku berbau busuk, bernanah oleh karena kebodohanku.” Dia minta belas kasihan dari Tuhan dan Tuhan mendengar, menagmpuni dosanya, menyembuhkan sakit penyakitnya, mengangkat segala penderitaannya. Dia mengingatkan dirinya sendiri:”Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu!” Daud mengaku, dosa seperti batu besar menekan dia, membuat dia kehabisan tenaga dan remuk-redam (Mzm 38: 9). Siapa yang sanggup menolong dia untuk mendapat kekuatan baru? Dia bersaksi di Mazmur 103, hanya Tuhan yang sanggup menolong dia, mengampuni dosanya, menyembuhkan segala sakit penyakitnya. Karena Daud berani mengaku dosanya di hadapan Tuhan, maka dia mendapat anugerah pengampunan, sakit penyakit fisik dan jiwa juga beroleh kesembuhan, sehingga dia mendapat kekuatan baru seperti burung rajawali yang masa mudanya menjadi baru lagi.

Di perjalanan hidup manusia, beban kehidupan; masalah keluarga; penderitaan sakit-penyakit; tekanan ekonomi; godaan dunia; tantangan dan kesulitan bagi anak-anak Tuhan dalam pelayanan, bermacam-macam masalah yang tidak bisa berjalan sesuai dengan yang diiinginkan, sering membuat orang bahkan anak-anak Tuhan menjadi lelah dan lesu, kehilangan semangat dan kekuatan untuk maju, Elia yang tinggi kerohaniannya dan besar imannya juga ada saat lemah dan takut (1 Raja-Raja 19: 1-4). Apa yang dapat kita perbuat? Tuhan Yesus berkata: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Mari, kita menyerahkan segala beban dan masalah hidup kepada Dia, karena Tuhan adalah sumber kekuatan hidup kita, barang siapa yang berseru dan menanti-nantikan Dia, akan mendapat kekuatan baru, mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya, berlari tidak menjadi lesu, berjalan tidak menjadi lelah (Yesaya 40: 31)


Ya, Tuhan Yesus, Engkau mengetahui segala pergumulan kami, terkadang beban dan masalah hidup kami terlalu berat untuk kami hadapi tetapi kami tahu Engkau selalu ada untuk menopang kami dan Engkau selalu mengangkat kami saat kami terjatuh. Bimbing kami Tuhan agar kami selalu berserah kepada-Mu dan berikanlah kami kekuatan untuk menghadapi segala beban dan masalah kami. Amin