GIATLAH SELALU DALAM PEKERJAAN TUHAN

07 Juni 2017 oleh Bpk. Thung Shang U

church event

Baca Sekarang : 1 Korintus 15: 58


Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. – 1 Korintus 15: 58

Injil Lukas 15: 11-16 mencatat: ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya: “Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu diantara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Disana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yag menjadi makanan babi itu, tetpai tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya. ” Sebenarnya, si bungsu ini adalah anak orang kaya, di rumah ayahnya dia tidak perlu kuatir akan makan, minum dan pakaian, dia bisa menikmati segala kekayaan dalam rumah ayahnya, mendapat kasih sayang dari orang tuanya. Tapi, dia tidak menyayangi kebahagiaan yang dia miliki, malah ingin meninggalkan rumah yang bahagia untuk pergi hidup berkelana bebas menurut kesukaan hatinya, akhirnya menuai akibat yang menyedihkan. Untung disaat yang paling susah, dia menyadari kesalahannya dan mau pulang ke rumah untuk minta pengampunan dari ayahnya.

Cerita ini mengingatkan setiap anak-anak Tuhan, betapa berbahagianya kita ini, sejak kita percaya Tuhan Yesus, kita diberinya kuasa menjadi anak-anak Allah (Yoh 1: 12) mendapat kasih sayangNya dan menikmati segala kekayaanNya. Ketika kita susah hati dan putus asa, firmanNya menghibur kita, Tuhan membantu kita di ranjang waktu kita sakit; di tempat tidur kita Dia pulihkan sakit kita (Mzm 41: 4). Menjaga kita; melindungi kita seperti biji matanya (Ul 32: 10). Tapi sayang, ada juga anak Tuhan seperti Demas, karena cinta dunia ini sehingga rela meninggalkan Tuhan untuk mencari kenikmatan duniawi (2 Tim 4: 10). Juga ada yang seperti anak bungsu di Injil Lukas ini, rela meninggalkan segala kekayaan dan berkat di dalam rumah Tuhan, kembali ke dunia untuk hidup bebas lepas, menghamburkan umur dan kesehatan bergitu saja, tiba masa tua dan habis kekuatan; di rundung kemiskinan dan penyakit, baru sadar dan menyesal, baru mau pulang ke rumah Tuhan, meskipun tetap mendapat keselamatan, tetapi seperti dari dalam hati (1 Kor 3: 15) dengan tanagn hampa menghadap Tuhan. Anak bungsu yang di Injil Lukas, meskipun ayahnya tetap sama mengasihi dia, tapi dia tidak pernah menjalankan kewajibannya sebagai seorang anak di rumah ayahnya, ini akan menjadi penyesalan seumur hidup baginya.

Ada satu pujian di PPK yang sungguh menggugah hati, demikian pujiannya: Bila jiwaku dipanggilNya, layakkah ku Nampak sriNya? Belum seorang yang kubawa, rahmat Hu tersia-sialah! Belum selesai kerjaku, ku tak layak nampak Hu, belum seorang yang ku bawa, tangan hampa pulangkah? Kiranya pujian ini menjadi peringatan bagi kita; menyadarkan kita dan membangkitkan kita, selagi Tuhan masih memberi kita umur dan kesehatan, bergiatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan, supaya satu hari kelak saat pulang ke rumah Bapa, tidak menghadap dengan tangan hampa.


Ya, Tuhan Yesus, bimbing kami agar kami selalu giat dalam melakukan pekerjaan Tuhan. Amin