PELAYANAN DIAKONIA YANG MENYENANGKAN HATI TUHAN

10 Juni 2017 oleh Bpk. Thung Shang U

church event

Baca Sekarang : Roma 12: 15-17; Galatia 6: 9-10


Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. – Galatian 6: 9

Ada dua perkara besar yang pasti akan dialami oleh setiap keluarga, yaitu perkawinan berupa hal sukacita dan kematian berupa hal dukacita. Mempersiapkan pesta perkawinan tidak bisa hanya ditangani oleh keluarga yang bersangkutan, perlu dibantu oleh banyak orang. Seperti pesta perkawinan Kana, banyak tamu datang, tapi kehabisan anggur, membuat keluarga dan pemimpin pesta kalang kabut dan malu, untung ada Tuhan Yesus yang menolong mereka mengatasi kesulitan ini (Yoh 2: 1-11). Hal kematian juga sama, ketika keluarga ada salah satu anggotanya meninggal, sekeluarga sedang dalam kedukaan, tidak tahu harus bagaimana menangani banyak hal yang harus segera dilakukan sehubung dengan orang mati itu. Saat itu, keluarga duka sangat membutuhkan dan mengharapkan pertolongan dan bantuan orang lain. Seperti janda di kota Nain, anak tunggalnya mati, hatinya hancur, selain menangis, apa yang bisa dia kerjakan? Untung ada banyak orang dari kota itu datang menghibur dia, bantu menangani semua urusan pemakaman, dengan perbuatan nyata mengatasi kesusahan janda itu (Lukas 7: 11-12) (disini tidak bicara orang mati ini dibangkitkan Tuhan Yesus). Maka Rasul Paulus berkata: “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!”

Beberapa tahun lalu, sekitar jam 17.00, seorang anggota Sel Grup menelpon saya, memberitahu saya bahwa ayah suaminya yang dibaptis lima bulan lalu telah meninggal dunia, di sedih dan bingung, tidak tahu harus bagaimana menangani segala hal tentang pengurusan jenazah, setelah saya menghibur dia, saya langsung memberitahu kepada gembala sidang dan seorang saudari yang menangani tim diakonia. Sore setelah tutup toko, saya ke rumah duka, saat itu baru jam 06.45, tapi banyak ibu-ibu diakonia sudah datang terlebih dahulu, mereka sedang merajut bunga untuk menghiasi bagian dalam peti jenazah, meja depan peti jenazah juga sudah diletakkan dua pot bunga anggrek segar dan salib bunga anggrek yang indah, beserta segala keperluan untuk acara kebaktian penutupan peti jenazah. Semua ini membuat keluarga yang sedang bingung dan berduka cita boleh menarik nafas lega, mereka merasakan kasih sayang dan kehangatan di dalam keluarga Allah, kasih Tuhan Yesus mengalir melalui pelayanan ibu-ibu tim diakonia kita.

Puji syukur kepada Tuhan, kita melihat semakin banyak ibu-ibu bergabung dalam tim diakonia, mereka semua ingin berbuat baik selagi masih ada kesempatan. Di sisi lain, kita juga melihat Komisi: Pria; Wanita; Efata; dan SelGrup juga semakin hari semakin maju. Di setiap komisi dapat merasakan kasih yang tulus; persahabatan semesra saudara sekandung seperti ditulis dalam Mzm 133. Sekarang sudah terbentuk lagi jaringan doa untuk mendukung pekerjaan Tuhan. Semua ini adalah berkat Tuhan, juga karena semua hamba Tuhan; Majelis; Pengurus Komisi; dan seluruh Jemaat bisa bersatu hati dalam kasih. Semoga Tuhan tambahkan terus berkatnya kepada GKT kita.


Ya, Tuhan Yesus, kami bersyukur karena masih ada orang-orang yang mempunyai hati tulus untuk melayani sesamanya, ajarilah kami untuk mempunyai hati yang lebih mengasihi dan peduli kepada sesama kami yang membutuhkan pertolongan dan eratkanlah tali kasih diantara kami semua. Amin