TUHAN YESUS MENGUBAH AIR MENJADI ANGGUR

11 Juni 2017 oleh Bpk. Thung Shang U

church event

Baca Sekarang : Yohanes 2: 1-10


Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki, - Yohanes 2: 9

Di Kana, terjadi satu peristiwa yang memusingkan dan memalukan bagi keluarga yang sedang mengadakan pesta perkawinan, tamu yang diundang banyak, tapi kehabisan anggur. Kalau beli ke pasar, tidak mungkin keburu. Di tengah-tengah kebingungan untung Tuhan Yesus ada di situ, mengubah air menjadi anggur, sehingga kesulitan pesta perkawinan dapat teratasi. Dari kejadian ini, kita mendapat tiga kebenaran penting: 1] Memberi tahu kesulitan pada Yesus. Yoh 2: 1 mengatakan bahwa ibu Yesus ada di situ, mungkin ibu Yesus dengan keluarga pesta adalah sahabat baik, dia disitu untuk bantu menyambut tamu, ketika kehabisan anggur, dia yang duluan tahu. Maka dia berkata kepada Yesus: “Mereka kehabisan anggur.” Dia memberitahu kepada Yesus kesulitan yang sedang dihadapi dalam pesta perkawinan karena dia tahu hanya Yesus yang sanggup menolong mereka untuk mengatasi kesulitan yang sedang dihadapi. 2] Taat. Setelah ibu Yesus memberitahu kesulitan yang sedang dihadapi dalam pesta perkawinan, Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Di situ ada enam tempayan, Tuhan Yesus mau pelayan-pelayan penuhi semua tempayan dengan air. Siapa pun tahu, hal yang terpenting saat itu adalah bagaiman bisa mendapati anggur untuk tamu bukan penuhi semua tempayan dengan air, satu kesibukan yang tidak bersangkutan dengan kebutuhan urgen pada saat itu. Tapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu.” Maka ketika Yesus perintah mereka penuhi semua tempayan dengan air, mereka taat dan tidak ragu sedikitpun. 3] Percaya penuh. Percaya adalah syarat mendapat pertolongan Tuhan, percaya juga akan melihat kemuliaan Allah (Yoh 11: 40). Ketika Tuhan Yesus menyuruh pelayan-pelayan mencedok air yang baru mereka isi penuh dalam tempayan itu dan bawa kepada pemimpin pesta, mereka taat dan percaya penuh tanpa ragu sedikitpun, maka terjadilah mujizat, air dalam tempayan menjadi anggur yang baik. Mengapa kita sering tidak bisa mengalami mujizat? Karena ketika mengalami kesulitan, kita memang berdoa tapi ragu tidak bisa percaya penuh untuk membiarkan Tuhan yang bertindak; mengatur semua masalah yang kita hadapi sesuai kehendakNya, sebaliknya dalam doa, kita ingin mengatur Tuhan untuk mengikuti kehendak kita yang sepertinya lebih masuk akal. Kiranya Tuhan ampuni kita.

Dalam perjalanan hidup kita, sering bisa mengalami bermacam-macam masalah dan kesulitan, seperti ada pepatah Tionghoa mengatakan: Ren sheng bu ru yi shi shi chang ba jiu. Artinya dalam hidup manusia, lebih banyak mengalami hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan dan rencanakan. Kita sungguh perlu melibatkan Tuhan dalam kehidupan kita; keluarga kita; rencana dan pekerjaan kita, serahkan semua ini kedalam tangan Tuhan, biarlah Dia yang mengatur dan bertindak, sehingga kita juga dapat mengalami mujizat air menjadi anggur, pahit menjadi manis (Kel 15: 22-25)


Ya, Tuhan Yesus, bimbing kami agar kami selalu mengandalkanMu dalam kehidupan kami. Amin