KUASA ALLAH MENYERTAI ORANG PERCAYA

14 Juni 2017 oleh Bpk. Thung Shang U

church event

Baca Sekarang : 1 Samuel 17: 1-54


Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. – 1 Samuel 17: 45

Alkitab mencatat, Daud yang masih muda dan bersosok tubuh biasa bisa membunuh Goliat, seorang pendekar Filistin yang gagah perkasa dengan ketinggian enam hasta sejengkal hnya dengan sebuah batu. Satu peristiwa yang sulit dipercaya, tapi karena dicatat di dalam Alkitab, maka patut kita selidiki dan pikirkan. Dari 1 Samuel 17 ayat 1-54 kita menemukan beberapa sebab yang membuat Daud bisa menang dalam pertarungan ini: 1] Daud mengasihi Tuhan, tidak mau nama Tuhan dihina oleh musuh. Ketika dia menjalankan perintah ayahnya untuk menghantarkan roti kepada kakak-kakaknya dan kepala pasukan seribu di perkemahan, dia mendengar Goliat sedang mencemoohkan barisan Allah, menghina umat Allah, lalu dia berkata kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: “Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan daripada Allah yang hidup?” Daud mengasihi Tuhan, tidak mau nama Tuhan dihina, maka Tuhan menolong dia (bandingkan Mazmur 91: 14-15). 2] Daud percaya penuh kepada Tuhan. Ketika Daud berkata kepada Raja Saul: “Hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu” Raja Saul menjawab: “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia dari sejak masa mudanya telah menjadi prajurit.” (1 Sam 17: 33). Tetapi jawab Daud: “Tuhan yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Daud yakin dan percaya penuh kepada Tuhan, maka terjadilah mujizat Tuhan (bandingkan Markus 16: 17-18; Yohanes 11: 40). 3] Daud melawan musuh bukan dengan kekuatan sendiri tapi bersandar kepada Tuhan. Ketika Goliat melihat Daud, lalu meremehkannya dan berkata: “Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang.” Tapi Daud tidak takut sedikitpun, malah menjawab dengan gagah berani: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kau tantang itu. Tuhan menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan tangan Tuhanlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kai.” (1 Sam 17: 45; 47b). Betul saja, Daud hanya dengan sebuah batu dapat membunuh pendekar dari tentara orang Filistin yang kekar kuat itu. Karena dia berperang melawan musuh bukan dengan kekuatan sendiri tetapi bersandar kepada Tuhan; serahkan peperangan ini kepada Tuhan, maka Tuhan membunuh pendekar orang Filistin ini melalui batu yang diumbankan oleh Daud.

Raja Daud dalam hidupnya mengalami banyak kesulitan dan bahaya, sejak dia membunuh Goliat, Raja Saul bukan hanya tidak berterima kasih kepada dia, malah iri hati kepada dia dan berusaha untuk membunuh dia. Setelah dia menjadi raja, anaknya yang bernama Absalom memberontak ingin merebut kekuasaannya, tapi setiap kali, Tuhan meluputkan dia dari bahaya dan tangan musuh, dia bersaksi dalam Maz 60: 14: “Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.”

Kita hidup di dunia penuh penderitaan dan kesulitan ini, bermacam-macam kesulitan dan tantangan bagaikan musuh menghadang di hadapan kita, bagaimana kita menghadapinya? Marilah kita belajar kepada raja Daud, mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati; yakin dan percaya kepada Dia; sandar sepenuh hati kepada Dia, biar Dia yang menyelesaikan segala masalah dan kesulitan kita.


Ya, Tuhan Yesus, bimbing kami agar kami bisa menjadi seperti Daud, yang dengan segenap hati, yakin dan percaya kepadaMu serta bersandar penuh kepadaMu. Amin